Bertemu Pendekar Silat Perancis Yang Piawai Bahasa Sunda

Pernah kebayang gak ada bule yang jago pencak silat? Nah.. berawal dari sebuah proyek nih dalam rangka persiapan suting bareng teh @nitatriyana @liaatma, dan kang Harry @animatorix ceritanya kami harus pergi 16km dari Paris ke arah Selatan mengunjungi sebuah kota kecil yang indah sekali, namanya Athis-Mons.

Di kota ini kami sengaja mencari seorang pendekar pencak silat yang konon mahir dan piawai berpencak silat seantero Perancis. Tentu ini cukup membuat kami takjub, bagaimana mungkin orang bule bisa tertarik sama seni bela diri asli Indonesia, bagaimana awal mulanya? Nah.. kepergian kami ini dalam rangka mencari tahu jawabannya langsung dari si pendekar, namanya Eric Chatelier.

Rumah Eric berada pas di tepi sungai Seine Perancis. Rumah bergaya khas Eropa berdinding batu dan dipenuhi tanaman rambat ini sangat membuat indah, melengkapi asrinya keseluruhan pemandangan di sekitar sungai. Kami dipersilahkan masuk dan melakukan wawacanra di dalam rumahnya. Suasana rumah Eric dipenuhi dengan barang-barang khas Indonesia, mulai dari sekedar wayang kulit hingga satu set perangkat kendang. Eric mengakui jika dirinya sangat cinta sekali dengan apa pun budaya yang datang dari Indonesia.. wow!

Eric sudah lama sekali bergelut di dunia pencak silat di Perancis. Kisah awal jatuh cintanya dengan pencak silat adalah saat Eric muda ingin sekali mempelajari seni bela diri. Hampir banyak teman-temannya memilih seni bela diri yang umum, seperti karate, tae-kwondo, tinju, dan seterusnya. Namun tidak sengaja saat Eric pergi ke Belanda, melihat pertunjukkan pencak silat. Entah bagaimana, sejak pandangan pertama itulah akhirnya Eric memutuskan untuk mendalami seni bela diri pencak silat.

Keseriusan Eric mendalami pencak silat bukan sekedar mengisi waktu, ia rela datang langsung ke Indonesia guna bertemu dengan pendekar-pendekar silat lokal. Setelah menguasai bahasa Indonesia, Eric pun makin giat berlatih. Kegigihannya berlatih silat hingga mencapai puncaknya Eric harus menjalani bai’at oleh para pendekar-pendekar lokal. Eric harus duduk di bawah air terjun semalaman suntuk hingga subuh. Eric lulus dan ia bangga sekali. Tapi bukan hanya sampai di situ, akhirnya Eric pun memutuskan untuk menikahi pasangannya yang juga gadis Perancis, di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah. Klimaksnya, Eric pun memutuskan untuk menjadi mualaf (menjadi muslim) bersama isterinya.

Kekaguman kami pun makin menjadi-jadi ketika Eric mengajak ke ruangan khusus yang berisi semua koleksi senjata asli Indonesia milik pribadinya. Ada keris, clurit Madura, panah, dan buanyaak sekali! Saya dan Kang Harry terkagum-kagum takjub! Hingga kita berdua bergumam dalam Bahasa Sunda,

“edan euy keren gini.. dipaok wae kitunya hiji?”
(Wah bagus gini ya… apa kita curi saja satu gitu?)

Tiba-tiba Eric menyaut dari belakang kami..

“ulah atuh euy.. hese meunang na”
(Jangan dong.. saya susah mendapatkannya)

Mendengar kata-kata itu, kami berdua menoleh ke arah Eric sambil kaget dan panik.. “Waaaah… ampuuun..!! Punten Kang Eric!!” Ternyata Eric piawai berbahasa Sunda! :)) Kita semua tertawa terpingkal-pingkal. Jelas penasaran bagaimana awalnya Eric bisa bahasa Sunda? Ternyata menurutnya, ada banyak sekali pendekar pencak silat di Indonesia, salah satunya berasal dari pencak silat Cimande Jawa Barat, dan nyaris semua pendekar Cimande itu tidak lancar berbahasa Indonesia, terpaksalah Eric belajar bahasa Sunda.

Mendengar semua kisah sepak terjang Eric dengan pencak silatnya sungguh membuat kami kagum dan bangga dengan budaya Indonesia. Keseharian Eric cuma di sanggar silatnya, lalu membuat video DVD, dan menjualnya secara online. Pasangan suami-isteri ini masih terus aktif di dunia pencak silat Perancis. Sebelum pulang, Eric mengajak kami ke tepi sungai Seine di mana ada dermaga kecil miliknya yang selalu digunakan sebagai tempat latihan pencak silatnya.

Ah.. jadi kangen ke Perancis lagi 🙂

 

Advertisements

2 thoughts on “Bertemu Pendekar Silat Perancis Yang Piawai Bahasa Sunda

Leave a Reply to wina Cancel reply