Pesona Danau Toba Yang Sangat Memukau

Siapa yang belum pernah ke Danau Toba? duh.. sempatkanlah bikin trip ke sana. Tidak akan menyesal lah. Bagi yang sudah, bagaimana? kangen ke sana lagi kah? Saya sih iya banget! Nama Danau Toba rasanya sudah sering kita dengar termasuk anak-anak sekolah. Ya karena ini salah satu danau besar kebanggaan Indonesia.

Berada di Danau Toba rasanya kurang lengkap jika tidak langsung berada di Pulau Samosir. Kekuatan dan keaslian alam Danau Toba menurut saya ada di tengah danau itu sendiri, yaitu Pulau Samosir. Sebuah pulau yang kurang lebih sebesar Jakarta! berada di tengah danau yang udaranya lebih dingin dari Bandung karena letak ketinggian pulau ini lebih tinggi dari letak Bandung! yaitu 1000 m di atas permukaan laut, sementara Bandung hanya kurang dari 800 m.

Udara yang dingin, kabut, angin sepoi-sepoi, dan kesunyiannya membuat suasana di Danau Toba itu menjadi lengkap sebagai sebuah tempat yang sangat kontemplatif. Warga di sini tidak terlalu hingar bingar, hanya ada di pasar. Suasana sepi dengan pemandangan yang dahsyat jelas membuat kita kangen untuk berlama-lama di sini apalagi jika harus mengingat hiruk-pikuk dan hectic-nya kota besar apalagi Jakarta.

Berada di tepi Danau Toba memiliki pengalaman yang sangat indah, menyenangkan, dan unik. Bagaimana tidak, jika kita berada di tepian danau, kita bisa merasakan sedang berada di tepi pantai. Ombaknya pun datang terus bergantian bagaikan ombak lautan. Namun ketika kita mencelupkan kaki di situ, airnya tidak licin karena bukan air garam. Ya.. air tawar dan dingin sekali. Saya membayangkannya seperti berada di danau-danau Eropa 🙂 Apalagi kontur Pulau Samosir ini banyak sekali bukit-bukit sabana atau padang rumput dan di sekeliling danau ini banyak sekali ditumbuhi hutan Pinus. Sayangnya tidak sedikit pula kawasan hutan yang sudah gundul, katanya akibat perburuan para penebang kayu pabrik kertas.

Pantai Danau Toba mayoritas berbatuan kerakal, tapi juga ada yang pasir. Airnya jernih dan kita bisa berenang di sana. Ada banyak pula penginapan-penginapan yang memiliki teras langsung berhadapat dengan danau. Saat menjelang sore, matahari mulai malu-malu berada di balik awan dan kabut. Kabut turun sangat dekat sekali, bagaikan di Puncak Pass. Jika kamu beruntung kamu bisa bertemu dengan pelangi di sana, bukan karena hujan melainkan karena kabut.

Budaya di Pulau Samosir Danau Toba ini mayoritas Batak, belum banyak pendatang. Budaya Batak memberikan nuansa etnik yang sangat kuat sekali. Bangunan, gapura, rumah, bahkan pemakaman pun terasa memiliki kekuatan budaya yang sangat tinggi. Kehidupan masyarakat di sana pun masih sangat kuat menjaga budaya Batak ini. Bahkan menurut supir yang menemani saya di sana, masih banyak masyarakat yang menganut ajaran kepercayaan masyarakat Batak kuno, yaitu agama Parmalin.

Mengunjungi Danau Toba sudah tidak sesulit dulu, sejak bandara Kuala Namu dibuka, jarak tempuh menuju Danau Toba menjadi relatif lebih dekat. Sempatkan waktu dan berkunjung ke sana, nikmati kesunyian yang kontemplatif. Apalagi kamu suka menulis atau mengambil foto, dijamin asyik masyuk deh. Hanya saja, kalau boleh saya bersaran, kita harus sama-sama menjaga keindahan dan ketenangan Pulau Samosir ini. Jangan jadikan gempita wisatawan mengusik ketenangan yang sudah ratusan tahun damai berada di sana. Pulau Samosir jelas layak menjadi tujuan wisata, pulau yang besarnya mirip Singapura ini tidak butuh wisatawan, tapi wisatawanlah yang butuh datang ke Pulau Samosir. Saya jamin keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba akan memberikan kisah dan cerita sendiri buat kamu yang berkunjung ke sana.

 

Advertisements

5 thoughts on “Pesona Danau Toba Yang Sangat Memukau

  1. Terima kasih pak sudah membuat artikel ini, semakin rindu saya kembali ke Danau Toba dan kampung halaman, kampung saya Balige terletak di bagian Selatan Danau Toba. Salam kenal Pak 🙂

Leave a Reply