Candi Jiwa Karawang Yang Menenangkan Jiwa

Okey, judulnya memang terlalu berlebihan akan tetapi betul seperti itulah saat saya melihat “sosok” candi tua yang diam di tengah hamparang sawah yang luas.

Nama yang tertulis di papan depan adalah “Candi Jiwa”, sore itu adalah sore terakhir saya berada di Desa Pakis Jaya Karawang. Sebuah desa yang kemana pun mata memandang akan dihiasi hamparan sawah yang luas. Konon dari sinilah sumber beras yang dipasok ke Jakarta. Selain sawah, desa ini pun memiliki keragaman pemandangan yang indah lainnya, yaitu hamparan tambak dan pantai di sisi Utara.

Sore itu saya bersama para relawan kesehatan @PencerahNusa diajak ke sebuah situs kuno yaitu sebuah candi yang menurut warga sekitar adalah salah satu candi tertua di Pulau Jawa. Kami menuju Kecamatan Batujaya, sebuah nama kecamatan yang menurut saya sudah memiliki korelasi baik untuk sebuah candi – yaitu batu! Namun betapa terkejutnya saya, ketika saya tahu bahwa candi tersebut bukanlah tipe candi seperti yang sering kita lihat yaitu jenis candi seperti Borobudur, Prambanan, atau Dieng, candi ini bukan menggunakan batu pahatan, melainkan teracotta atau batu bata.

Jika dilihat sekilas, bentuk candi yang kurang lebih tingginya 3 meter ini mirip sekali dengan struktur candi di Jambi (Muaro Jambi), yaitu susunan batu bata yang begitu rapat tanpa menggunakan bahan perekat seperti semen di antaranya. Entahlah apa latarbelakang candi ini karena hari itu sudah terlalu sore dan saya tidak bisa bertemu dengan juru tunggu candi, jadi saya tidak tahu kisah-kisah sejarah candi ini, gak papa kan? Nanti bisa di-Googling aja 😀

Candi Jiwa merupakan salah satu situs candi yang tergolong baru saja ditemukan dan di-konservasi. Lokasinya benar-benar berada di tengah hamparan sawah. Mobil dan motor hanya bisa parkir di kejauhan tepi sawah jadi kita harus berjalan kaki di gang setapak menuju candi. Jalan ini justru memberikan kesan yang megah dan epik, karena kita hanya bisa melihat dari kejauhan saat kita menuju candi. Suasana hening dan sepi karena jauh dari jalan keramaian membuat suasana di sekitar candi menjadi lebih khidmat. Mungkin kesan itulah yang membuat saya menuliskan judul di atas.

Situs candi yang sedang digali

Situs candi yang sedang digali

Yang lebih mencengangkan lagi, ternyata Candi Jiwa ini tidak sendirian, di sekitar Candi Jiwa ternyata masih banyak situs-situs candi yang sedang digali. Semua lokasi ekskavasi tertutup pagar jadi kami tidak bisa masuk dan mendekat, saya hanya bisa mengintip dan mencolong gambarnya saja. Semoga tidak akan lama lagi seluruh komplek candi ini akan terbuka dan siap bisa dikunjungi masyarakat penggemar sejarah dan heritage. Akan tetapi, ada satu hal yang lebih penting! yaitu perbaikan dan pembangunan infrastruktur di sana karena jalan menuju Kecamatan ini rusak parah. Well bukan cuma menuju kecamatan ini saja sih, namun hampir sepanjang jalan menuju pantai Pakis Jaya pun rusak amburadul. Sangat disarankan untuk tidak ke sana dengan menggunakan mobil sedan. Jika saja jalan ini rapih dan bagus, saya yakin wilayah ini bisa menjadi wilayah baru kunjungan wisata bagi masyarakat Jawa Barat dan DKI.

(Semua foto milik @motulz via Canon 550D dan iPhone5)

 

Advertisements

3 thoughts on “Candi Jiwa Karawang Yang Menenangkan Jiwa

  1. Pingback: Candi Jiwa Karawang Yang Menenangkan Jiwa | Wisata Alam Karawang

Leave a Reply