Ternate : Ziarah Ke Pohon Cengkeh Tertua Di Dunia

Kenapa ziarah? Ya karena memang kunjungan ini merupakan kunjungan kami ke sebuah lokasi artefak sejarah yang “pernah hidup”, lantas mati dan kemudian saat ini hampir terlupakan. Apalagi saat saya tahu kisah betapa vital dan pentingnya peranan pepohonan cengkeh ini dalam sejarah terbentuknya republik ini, dahsyat kan?

Kunjungan saya ini diinisiasi oleh sebuah inisiatif heritage yang ingin mengingatkan kembali kejayaan rempah-rempah yang ada di negeri ini. Namanya Gemah Rempah Mahakarya Indonesia yang dimotori oleh Dji Sam Soe. Kami pergi serombongan, mulai dari blogger, wartawan, teman-teman dari Dji Sam Soe, hingga pemerhati dan pelestari sejarah. Saat saya diajak, saya hanya berfikir ingin melihat keindahan Pulau Ternate saja, tidak terfikir bahwa kedigjayaan rempah ini pernah membuat heboh perdagangan dunia. Salah satu yang bikin heboh ini adalah cengkeh.

Kami serombongan menaiki kaki gunung Gamalama yang tinggi puncaknya mencapai 1700 m di atas permukaan laut lho! Perjalanan dengan mobil lewat jalan yang mulus sampai pada sebuah Desa bernama Air Tege Tege (atau air menetes-netes dalam bahasa Ternate). Dari lokasi ini kami harus berjalan kaki menaiki tangga semen dan jalan setapak menuju sebuah “candi hidup” yaitu pohon cengkeh tertua kedua yang disebut dengan Afo-2 (afo = tua, dalam bahasa Ternate).

Dalam perjalanan ini kami ditemani oleh pelestari sejarah lokal Ternate yaitu Bang Bongki dan sejarahwan kondang dari Jakarta yaitu bang JJ Rizal. Cerita mereka sungguh melengkapi perjalanan naik gunung ini. Dari Bang Bongki diceritakan bahwa Pohon Cengkeh tertua yaitu Afo-1 sudah mati, beberapa tahun lalu. Letaknya lebih tinggi dari lokasi Afo-2, kaki kami tidak sanggup mendaki ke sana. Usia Pohon Cengkeh Afo-1 ini mencapai 400 tahun.. ya 4 abad! Sebelum mati, Pohon Cengkeh Afo-1 ini masih bisa dipanen lho dan lumayan banyak. Kini yang akan kami kunjungi adalah Pohon Cengkeh kedua tertua (Afo-2), usianya konon mencapai 200 tahun yang saat ini kondisinya sedang kritis. Kritis? seperti apa?

Setelah kita berjalan kaki menanjak punggung Gunung Gamalama sekitar 1 km, kami bertemu dengan lokasi Pohon Cengkeh kedua tertua di dunia ini. Lokasi pohon ini kurang lebih 700 m di atas permukaan laut. Kondisinya memprihatinkan karena hampir 2/3 batangknya mati. Hanya sepertiganya yang bertahan untuk hidup. Melihat kondisi ini saya pun ikut cemas, apalagi saat tahu bahwa Pohon Cengkeh tertua (Afo-1) di dunia sudah mati, kini tinggal Afo-2 yang mustinya dijaga. Bagi saya, artefak pohon ini bagaikan sebuah “candi” yang hidup. Karena Pohon Cengkeh Afo-2 ini merupakan saksi dan bukti sejarah yang seharusnya dilestarikan. Mirip dengan candi peninggalan masa kejayaan raja-raja, namun ini adalah sebuah benda hidup yang sebetulnya hingga saat ini ia pun masih bisa dibilang hidup. Lantas mengapa jadi sebegitu penting?

Pendaratan Bangsa Eropa masuk ke Wilayah Nusantara ini tidak lain akibat peran rempah-rempah, yang salah satunya adalah cengkeh. Cengkeh begitu diidam-idamkan oleh para pedagang Eropa, hingga pada masa puncak kejayaan perdagangan rempah, mereka pun rela bersaing, berseteru, hingga perang demi menguasai “emas harum” ini. Lewat kisah perdagangan rempah inilah kemudian terjadi serangkaian sejarah panjang kolonialisme di kawasan Nusantara. Yang kemudian gara-gara kolonialisme inilah muncul sebuah konsep perlawanan yang menggiring munculnya semangat kebersamaan dari banyak tempat. Hingga muncul konsep nasionalisme sebagai cikal bakal lahirnya Republik Indonesia ini. Bayangkan jika tidak ada Pohon Cengkeh, tidak ada pedagang Eropa yang datang, tidak ada perdagangan, dan tidak ada perebutan kekuasaan dominasi perdagangan? Bisa jadi tidak ada itu yang namanya perjuangan, tidak ada konsep nasionalisme, dan tidak ada yang namanya Indonesia.

Menuju Ternate kini sudah mudah, ada banyak maskapai yang memiliki trayek ke sana bahkah tanpa transit. Bandaranya bagus – Sultan Babullah Airport, tidak jauh dari pusat kota. Untuk makanan Ternate memang tidak terlalu punya ciri yang khas, mostly mirip dengan masakan Maluku lainnya, bahkan inflitrasi dari Sulawesi dan Kalimantan. Sempatkan berencana berkunjung ke Ternate, sempatkan pula mampir ke pulau tetangganya yang juga memiliki kaitan sejarah panjang, yaitu Pulau Tidore.

Perjalanan kali ini sangat cocok dengan semangat kepedulian atas #PohonIndonesia ya? 🙂

Spot : Lokasi Pohon Cengkeh Afo-2 – Patokan: Vila Air Tege-Tege

 

Advertisements

9 thoughts on “Ternate : Ziarah Ke Pohon Cengkeh Tertua Di Dunia

  1. Pingback: matriphe!

  2. Pingback: Kerennya Simbol Kerajaan di Maluku Utara | [] Motzter

  3. “ayangkan jika tidak ada Pohon Cengkeh, tidak ada pedagang Eropa yang datang, tidak ada perdagangan, dan tidak ada perebutan kekuasaan dominasi perdagangan? Bisa jadi tidak ada itu yang namanya perjuangan, tidak ada konsep nasionalisme, dan tidak ada yang namanya Indonesia.” –> Iya juga ya..
    Menarik nih ceritanya!
    Kalo melongok freezer yang ada daging ayam juga ziarah dong ya, kan dulunya ayam itu hidup! bhihihihikk..

  4. Pingback: Motulz | Runtuhnya Kejayaan Rempah-Rempah Asal Nusantara

Leave a Reply