Lapangan Banteng: Lokasi Shooting Film Chris Hemsworth

Tahun 2012 di sebuah mal dekat Bundaran HI, sempat heboh saat seorang warga Jakarta mem-posting foto dirinya bersama bintang Hollywood Chris Hemsworth. Belakangan muncul berita bahwa Chris Hemsworth sedang shooting untuk film terbarunya garapan sutradara laga Hollywood yaitu Michael Mann. Di mana salah satu lokasi andalannya adalah Lapangan Banteng.

Tiga tahun kemudian, film tersebut rilis, berjudul Blackhat. Chris Hemsworth berperan sebagai seorang hacker yang sedang mengejar hacker lain yang buron ke Jakarta. Di film ini Lapangan Banteng namanya diganti menjadi nama taman yang lebih “menjual” untuk komoditi Hollywood, yaitu Papua Square. Kenapa harus Papua? Siapa yang sangka jika ternyata Papua ini diambil dari kisah dan makna dari Lapangan Banteng itu sendiri.

Saat saya mengunjungi Lapangan Banteng, sebetulnya kita tidak akan menemukan elemen Banteng ada di sana. Jaman Belanda, lapangan ini bernama Waterlooplein. Plein berarti lapangan dalam bahasa Belanda dan Waterloo adalah nama pertempuran Belanda di salah satu kota di Belgia.  Sejak Indonesia merdeka, nama Waterlooplein diganti menjadi Lapangan Banteng, entah kenapa. Sebutan lapangan mungkin masih cocok karena di lokasi monumen ini terdapat lapangan sepak bola. Kalau pun diingat-ingat pada jaman dulunya, lapangan ini adalah terminal bus. Yang saya ingat adalah kondektur bus sering meneriakkan: “banteng! banteng!”. Kemudian terminal bus tutup dan untuk beberapa waktu lamanya kawasan lapangan ini vakum, kosong, sepi, dan pasif. Sampai akhirnya saya pernah mendengar bahwa karena sepi maka di bawah monumen ini malah digunakan sebagai tempat  janjian para kaum gay.. katanya lho.

Monumen di Lapangan Banteng dibangun oleh pemerintah sebagai sebuah peringatan mengenang para pahlawan dan masyarakat Irian Barat yang gugur dalam pertempuran Operasi Trikora (Tiga Komando Rakyat) tahun 1961, merebut tanah Papua dari cengkeraman Belanda. Pembebasan ini disimbolkan dengan sosok pemuda yang tegar sedang memutuskan cengkeraman rantai di kedua tangannya. Di zaman Orde Baru, kita mengenal Papua dengan nama Irian Jaya, namun di era presiden GusDur, nama Irian Jaya diubah menjadi Papua. Dari nama inilah akhirnya film Blackhat tertarik memberikan nama lapangan (square) ini dengan nama Papua Square. Lokasi ini kini sudah rapih dan nyaman untuk dikunjungi. Tanaman dan bunga-bunga menghiasi taman ini, yang sekarang bernama Taman Lapangan Banteng.

IMG_1339-small

Buat yang tinggal di Jakarta, pernahkan kamu sengaja berkunjung ke taman ini? Lokasinya dekat dengan Monas, Gereja Katedral, Mesjid Istiqlal, dan Hotel Borobudur. Saat mampir, sempatkan cari.. titik mana yang menjadi lokasi shooting film Blackhat? Selamat mencari 🙂

TRIVIA

  1. Sebelum digunakan shooting, di lokasi ini ada banyak sekali kabel listrik yang melintang di sekitar monumen dan di tiang-tiang lampu. Oleh tim Michael Mann, kabel-kabel tersebut dirapihkan dan disembunyikan karena saat shooting akan ada adegan Ogoh-Ogoh (ondel-ondel Bali) yang harus melintas.
  2. Dalam shooting, dibutuhkan hampir 3000 orang figuran. Untuk penampungan para figuran, dibangunlah semacam perkampungan di lokasi lapangan bola dengan menggunakan tenda peleton tentara.
  3. Sebutan Banteng, konon diambil karena di jaman Belanda dulu, lapangan ini banyak dihuni oleh hewan-hewan besar salah satunya Banteng.
  4. Saat shooting, ribuan figuran dan kru dikejutkan dengan kedatangan Pak Jokowi saat beliau masih menjabat sebagai gurbenur DKI.
Advertisements

Leave a Reply