Go Ahead Phnom Penh, truly Go Ahead Moment!

Adakah kaitannya antara Bunga Kamboja dengan negara Kamboja (Cambodia)? Inilah pertanyaan mendasar yang terbesit di banyak traveler yang akan berkunjung ke Kamboja. Nah, kali ini saya berkesempatan jalan-jalan ke kota Phnom Penh Cambodia.

Melancong ke Phnom Penh, saya pergi bersama dua pemenang lomba foto bertema street art-nya #GoAheadMoment Sampoerna A yaitu Eva (@nevanov) dan Dimas (@bunkdimaz). Kami pergi dengan misi melihat-lihat suasana kota Phnom Penh dan kaitannya dengan kehidupan berkesenian masyarakatnya. Sejak awal keberangkatan kami ke Cambodia pun sudah mendapatkan cerita seru namun menyebalkan, yaitu kesalahan saya dalam membaca jadwal tiket pesawat antara waktu AM dan PM – yaitu waktu siang atau malam. Jadi perjalanan kami ke Cambodia ini berangkat dari Soetta jam 18.00 dan tiba transit di KLIA (Kuala Lumpur International Airport) sekitar pukul 21.50 malam waktu Malaysia dan keberangkatan ke Phnom Penh baru besok paginya. Lalu Kak Eva kasih saran untuk kita menginap malam ini di hotel transit KLIA saja, sayangnya kamar yang tersisa hanya untuk ukuran keluarga. Terpaksalah kita bertiga begadang luntang-lantung di bandara KLIA hihi..

Hari pertama di Phnom Penh, adalah hari Jumat. Saya berfikir untuk tidak perlu sholat Jumat karena musafir. Akan tetapi teman saya Ipang – yang sudah sekian tahun bekerja sebagai desainer grafis di Phnom Penh menyarankan agar saya bertemu dengan Mas Kasmin dan Kang Firdaus pemilik rumah makan “Warung Bali” yang berlokasi dekat dengan Royal Palace. Selain berkenalan dengan dynamic duo ini, kita bisa ikutan sholat Jumat bareng mereka di sebuah mesjid yang baru saja diresmikan oleh pemerintah Cambodia. Mesjid ini besar sekali, dibangun atas bantuan pemerintah Uni Emirat Arab. Ini adalah mesjid satu-satunya terbesar di Phnom Penh. Maklum saja karena Cambodia kan mayoritas menganut agama Budha. Jadi buat teman-teman yang berkunjung ke Phnom Penh, sempatkanlah mampir dan sholat di mesjid yang dibangun dengan gaya arsitektur dan ornamen Persia ini.

Malam harinya, kami diajak jalan oleh Hendar, salah satu social media strategist Indonesia yang bekerja di salah satu digital ad agency Phnom Penh, kami kenalan siang tadi saat sholat Jumat. Hendar mengantar kita makan malam, keliling kota Phnom Penh dengan Tuktuk (semacam becak motor), dan ditutup dengan nongkrong santai di sebuah kafe di tepi sungai Mekong.

Keesokan harinya adalah hari full jalan-jalan. Kali ini Ipang yang menemani kita. Pagi-pagi sekali Ipang sudah mengajak saya jalan-jalan dengan motor berputar-putar kota melihat bangunan dan gedung tua yang sangat keren untuk di sketch. Ya perjalanan ini tentu saya sempatkan untuk sketching juga dong.

Bangunan di Phnom Penh sangat khas, walaupun padat dan kumuhnya mirip Jakarta, namun kontur facade bangunannya agak berbeda dari Jakarta, Penang, dan Singapore, yaitu tiap sudut komplek bangunannya berbentuk curve (lengkung), mulai dari komplek bangunan sampai bentuk Pasar Baru-nya, yang dikenal dengan nama Central Market atau Pshar Thmey dalam Bahasa Khmer. Sangat khas dengan bentuk bangunan-bangunan di Perancis. Wajar sih karena Cambodia dulunya adalah jajahan Perancis (makanya mobilnya pun setir kiri) dan nampaknya Perancis membangun kota Phnom Penh ini dengan sepenuh hati. Tak heran jika fungsi Sungai Mekong pun mirip dengan Sungai Seine di Perancis. Sore itu, kami berempat pun menikmati sunset saat menyusuri Sungai Mekong di atas perahu.

 

Kunjungan kali pertama saya ke Phnom Penh ini terwujud atas dukungan sebuah program kreatif #GoAheadMoment dari Sampoerna A. Sebagai salah satu program dari rangkaian program kreatifnya Go Ahead People tahun 2015 ini. Yang mana hadiah utamanya adalah kunjungan jalan-jalan ke Melbourne Australia. Jadi buat kamu-kamu yang suka artsy things, creative works, dan traveling, kenapa gak coba ikutan daftar dan submit karya kamu ke GoAheadPeople.com ? Kali aja menang! Melbourne cuy! the artsy city in Aussie! 🙂 Check out this video…

Nah.. Malam terakhir di Phnom Penh, Ipang mengajak kita makan di restoran khas masakan Khmer, namanya Khmer Surin. Sambil Ipang bercerita banyak sekali tentang dunia kesenian Phnom Penh yang dua tahun belakangan ini sedang menanjak. Munculnya sekolah seni rupa, tumbuhnya galeri dan toko seni, termasuk terbitnya majalah-majalah fesyen. Perubahan ini terasa sekali sebagai pelengkap semarak dan vibrant -nya ambiance kota Phnom Penh. Saat itu juga Ipang cerita kalau Bunga Kamboja itu dalam Bahasa Khmer disebut Rumchang dan bunga dalam Bahasa Khmer disebut: Phkar. Jadi entahlah apa kaitannya Bunga Kamboja di Indonesia dengan nama Negara Kamboja. Terlepas dari hubungan nama bunga dan nama negara, Phnom Penh tetap merupakan sebuah kota yang penuh dengan kultur yang indah. Jadi untuk kamu yang suka seni, musik, dan budaya saat traveling, Phnom Penh sungguh sebuah kota yang menarik yang harus masuk dalam daftar rencana jalan-jalan kalian.

(Semua foto milik @motulz)

Terima kasih untuk Sampoerna A #GoAheadPeople Project

 

Advertisements

9 thoughts on “Go Ahead Phnom Penh, truly Go Ahead Moment!

  1. Wih, kamboja 😀 belom pernah kesinii sih, masih disimpen simpen buat nanti. Pengennya overland dari singapore sampe vietnam, lewat malaysia-thailand-kamboja – vietnam. catet dulu jadiin referensi 🙂

  2. Pingback: Motulz | Serunya Menikmati Phnom Penh Sambil Sketching

Leave a Reply to nikmahsarjono Cancel reply