Yang Baru dari Kota Lama Semarang

Namanya Kota Lama, bukan Kota Tua seperti di Jakarta. Ya.. sebuah kawasan di titik tengah Kota Semarang, yang terkenal dengan lokasi bangunan tua peninggalan zaman kolonial. Kompleks bangunan lama yang kini dapat dinikmati dengan cara baru, seperti apa?

Saya kira semua traveller yang pernah plesir ke Semarang sudah barang tentu akan mampir atau paling tidak melewati kawasan Kota Lama. Sebuah kawasan yang dulunya memang digunakan sebagai pusat aktivitas para saudagar dan pedagang di kawasan Semarang. Dari lokasinya sudah terlihat jika kawasan ini juga menjadi sebuah titik temu para pedagang dan pelancong dari berbagai daerah. Karena berdekatan dengan pelabuhan laut dan stasiun kereta api.

OK, saya yakin kisah tentang sejarah Kota Lama Semarang sudah ngelotok di kepala teman-teman traveller, nah.. kini ada yang baru dari Kota Lama Semarang yaitu fungsi barunya, yang belum pernah terjadi selama ratusan tahun sejak kawasan ini berdiri, yaitu menjadi “model” utama untuk digambar oleh para sketcher bertaraf internasional.

Hajatan besar ini baru kali pertama dilakukan di Semarang dan oleh komunitas pelaku sketsa Semarang. Namanya International Semarang Sketchwalk 2016, berawal dari keseriusan para seniman sketsa Semarang setelah ikut berpartisipasi pada hajatan serupa di Bandung setahun sebelumnya. Dihadiri oleh tidak kurang 400 para sketsawan dari kurang lebih 10 negara dan daerah di Indonesia. Silakan jika ingin melihat karya-karya sketsanya klik di sini.

Keindahan Kota Lama Semarang ini memang nampak berbeda, setelah pemda melakukan perbaikan dan pembenahan di sana-sini. Para pelancong bisa menikmati jalan-jalan kecil yang berada diantara bangunan-bangunan tuanya. Kita dapat menemukan galeri, tempat makan, bahkan kedai dan lapak seni. Nampak sekali keberadaan Kota Lama Semarang ini menjadi lebih baru dengan nuansa kesenian yang berdamping apik dengan suasana heritage.

Di sekitar kawasan ini pun muncul kedai kopi, rumah makan, bar, juga restoran. Untuk penginapan, beberapa hotel berbintang pun berada dekat kawasan ini, termasuk penginapan a la backpacker dengan kafe resto yang cozy seperti Tekodeko. Jangan lupa, untuk kalian yang gemar masakan kambing bisa langsung mampir di kedai makan “29” yang menyajikan hidangan kambing yang lezat. Suka bakso? nah silakan temukan penjual bakso enak yang berlokasi di sekitar belakang Gereja Blendoek.

Revitalisasi Kota Lama Semarang memang belum sepenuhnya selesai, namun perbaikan demi perbaikan sudah bisa terlihat di banyak tempat. Bagi para pelancong yang gemar sejarah, seni, dan fotografi tentu ini akan menyenangkan.

Sayangnya saya belum sepenuhnya mblusukan di kawasan ini, karena konon katanya ada lokasi tempat sabung ayam yang dramatis untuk difoto, lalu saat malam suka ada pementasan keroncongan, juga sering ada kegiatan melukis bersama-sama. Saya berfikir harus merencakan jadwal plesiran ke Semarang lagi. Untuk yang ingin plesiran ke Semarang dengan harga yang bikin girang, bisa cek paket tiket murah nih ke Semarang dari Citilink, dan jangan lupa teman-teman untuk berbagi cerita apa saja yang kalian temukan di Kota Lama Semarang ya 🙂

(Semua foto milik @Toshiko_iko)

Advertisements

Leave a Reply