Inilah Alasan Mengapa Pilih Nonton F1 di Singapura

Balap mobil F1, menurut saya adalah sebuah momen perayaan tertinggi bagi mereka penggila otomotif atau “petrol heads”. Sebuah istilah yang diberikan oleh Jeremy Clarkson, salah satu mantan pembawa acara Top Gear di BBC. Namun faktanya ada yang berbeda dengan ajang F1 di SingaporeGP, apakah itu?

Mendengar raungan mesin F1 itu merupakan sebuah sensasi tersendiri yang dirasakan oleh para penggila balap jet darat ini. Saya yang kebetulan baru kali pertama hadir diperhelatan F1 seketika merasakan juga sensasi tersebut saat saya berjalan di tepi sirkuit tengah kota persis di seberang tribun Padang Grandstand. Suara mesin mobil F1 yang sedang latihan seolah memecah suasana di sekitar situ. Deru mesin terdengar begitu keras dan kasar. Lupakan semua suara mesin mobil dengan knalpot dan peredam suara yang begitu halus dan “sopan”. Raungan mesin F1 dengan 6 silinder yang mampu melesat setara dengan kecepatan pesawat jet yang sedang take off, terdengar begitu keras, tegas, dan lugas.

Tak jauh dari situ, saya bersama pemandu Pak Augustar Saleh dari Singapore Tourism Board, berjalan kaki menuju sebuah galeri foto – The Art House, yang kebetulan sedang mengadakan pameran foto karya fotografer Tiongkok yang tinggal di NY Li Zhensheng. Di dalam galeri, suasananya begitu berbeda dengan suasana bising di sirkuit F1. Di sini lebih tenang, kalem, hening, dan khidmad. Pameran foto ini ternyata memang dibuat dalam rangka mengisi semaraknya musim balap F1 di Singapore. Dari Pak Augustar akhirnya saya tahu bahwa sepekan menjelang balap F1, Singapore seolah sudah bersiap mengisi serunya momen ini dengan berbagai acara di banyak tempat.

Contoh lain adalah saat kami makan siang di RedPan Resto persis di dekat pintu masuk Marina Square yang bersebelahan juga dengan sirkuit F1. Suasana hiruk-pikuk mesin balap seketika berubah menjadi suasana tenang dan nyaman. Belum lagi sajian menu yang dibuat khusus untuk menyambut perhelatan balap F1 ini. Dari beberapa contoh barusan terlihat sekali bagaimana sebuah ajang balap F1 ini bukan saja dinikmati khusus untuk para penggila otomotif namun juga berhasil menyajikan banyak sekali perhelatan lain yang bisa dinikmati oleh mereka yang tidak paham otomotif atau F1.

Saya pikir, inilah keunggulan menonton F1 di Singapore, selain dekat dengan Indonesia kita sebagai pelancong mendapatkan banyak sekali atraksi dan pertunjukkan selain balap mobil. Mulai dari pameran seni, fotografi, pagelaran budaya, pertunjukan fashion, sajian kuliner, bahkan sampai pertunjukkan konser band dan musisi kelas dunia. Jadi tidak sedikit saya menemukan teman dari Jakarta yang sengaja datang ke SingaporeGP ini hanya untuk menonton konser, bukan untuk naik tribun menyaksikan balap mobil.

Singapore adalah sebuah negara dengan kawasan sebesar kota, saya fikir di sinilah keunggulannya. Sejak kita mendarat di bandara Changi, tidak sulit untuk langsung menuju jantung pusat perhelatan F1 karena sirkuit balapnya dibuat tepat di tengah kota. Jalanan yang digunakan sebagai sirkuit balap adalah jalan yang biasanya digunakan sehari-hari oleh warga Singapura. Berbeda dengan sirkuit lain di kebanyakan negara, lokasinya berada di pinggiran kota. Akses menuju sirkuit ini pun sangat banyak dan mudah termasuk dengan moda transportasi publik. Meeting point untuk membuat janji dengan teman-teman pun jadi lebih mudah dan nyaman karena sirkuit berada persis di “halaman” mal. Belum lagi bagi mereka yang bermalam di hotel-hotel yang dilalui sirkuit, maka mereka cukup tarik kursi keluar dan bisa menonton langsung balap F1 dari teras kamar hotel mereka.

SingaporeGP disebut juga sebagai home of night racing atau tempat dimana balap mobil dilakukan pada malam hari. Selain membuat penonton lebih nyaman karena tidak panas karena terik matahari, balap ini pun akhirnya membutuhkan sistem penerangan khusus di sepanjang sirkuit. Hal ini membuat para penggemar F1 seolah menyaksikan sebuah pertunjukkan panggung dengan para pementasnya yaitu mobil-mobil gahar yang berseliweran di sepanjang sirkuit yang terang benderang. Untuk para wisatawan yang gemar jalan-jalan, maka waktu berpelancong mereka jadi tidak habis hanya untuk diam duduk di kursi tribun. Karena siang harinya dapat digunakan untuk jalan-jalan pelesir, sore kembali ke hotel, malamnya kembali ke sirkuit F1. Belum selesai sampai disitu, kita bisa lanjut dengan nonton konser hingga larut malam. Sungguh sebuah paket mengisi wisata yang lengkap bukan? Ti

dak heran jika kemudian paket wisata perhelatan ini disebut juga sebagai paket musim balap Singapura atau Grand Prix Season Singapore (GPSS) – yaitu wisata yang tidak sekedar nonton balap atau “more than just racing”.

OK.. Sampai bertemu lagi di SingaporeGP 2017!

Supported by:

 

Advertisements

Leave a Reply