Ingin Menikmati Bandung Tanpa Macet? Jangan Ke Sana Pas Akhir Pekan!

Bandung memang tidak pernah bosan untuk dikunjungi. Walaupun sejujurnya kadangkala malas juga pelesir ke Bandung karena suasananya yang hiruk-pikuk, macet di mana-mana hingga cuaca yang sudah tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Berbeda kali ini karena saya bersama beberapa teman mencoba menikmati Bandung dengan cara berbeda. Seperti apa?

Kami sepakat untuk ke Bandung bukan di akhir pekan, melainkan di hari kerja, yaitu datang Hari Kamis lalu pulang Hari Jumat malam. Pilihan hari tersebut kami yakini agar kami tidak menemukan kemacetan yang berarti. Betul saja selama di Bandung tersebut kami memang tidak menemukan kemacetan jalan yang berarti. Beruntung saya dan ketika rekan saya bekerja secara remote, alias tidak berkantor dan bisa mengerjakan pekerjaan via internet (smartphone).

Karena kami ingin menikmati suasana Bandung yang asri tapi sembari sesekali mengerjakan pekerjaan, maka kami harus mencari tempat penginapan yang asik untuk leyeh-leyeh, asik untuk istirahat, asik untuk mengobrol, dan juga masih asik untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa kerjaan. Kali ini kami pun memutuskan untuk menginap di sebuah penginapan non-hotel, yaitu sebuah B&B (bed and breakfast) bernama Budaraa KoziLab 2.0. Kenapa kami memilih penginapan ini? Berikut 3 alasannya :

1. Lokasiya di Dago : Dago memang masih menjadi pilihan, selain lokasinya relatif sejuk, di sekitar Dago pun mudah ditemukan tempat makan yang asik dan enak. Jadi lokasi penginapan ini berada di komplek Dago Utara, berdekatan sekali dengan Taman Budaya Dago atau Dago Tea House. Lokasi ini jelas memberikan kesan tersendiri atas suasana Bandung seperti dulu. Tidak terlalu ramai dan padat, tidak kumuh dengan banner dan umbul-umbul iklan, juga cuacanya masih adem dan sejuk. Ya.. bisa bayangkan sendiri deh bagaimana suasana Dago yang masih asri.

2. Kamarnya yang asik : ini pun menjadi pertimbangan kami karena kebetulan kami mengambil dua kamar dengan pintu penghubung (connecting door). Kamar yang tersedia ini cukup memberikan kesan rumah mungil. Dengan dapur kecil berikut kompor yang tentu saja untuk kalian yang gemar masak mie tengah malam maka kompor gas tersebut menjadi fasilitas mewah bukan?

Lalu ruang tengahnya yang nyaman dengan karpet dan TV layar besar, sangat cukup bagi kalian yang datang untuk berlibur bersama keluarga atau teman-teman. Jadi jangan bayangkan juga bahwa kamar di Budaraa ini seperti kamar hotel, namun kesan yang saya rasakan adalah bagaikan kita sedang menginap di rumah teman paviliun.

3. Ada kafe-nya : Nah ini cukup menarik karena ternyata KoziLab itu adalah nama sebuah kafe, saya dengar bahwa kafe KoziLab ini sebetulnya sudah pernah ada di kawasan Gudang Selatan 22, hanya saja sekarang mereka buka berdampingan dengan tempat penginapan Budaraa ini. Suasana kafe-nya asli menyenangkan sekali. Pernik-pernik dan hiasan yang mengisi ruangan KoziLab Kafe ini terasa sekali cita rasa “desainer”-nya. Jangan kaget dan heran kalau di ruangan-ruangan kafe ini banyak sekali perabot dan karya-karya desain, wajar saja karena lokasi kafe ini dulunya adalah rumah seorang desainer interior kondang yang juga dosen di FSRD ITB yaitu Pak Ahadiat Joedawinata.

Hal lain yang menyenangkan untuk saya adalah  di saat pagi dan malam hari masih banyak suara-suara hewan yang khas di saat Bandung masih asri yaitu suara jangkrik, tongeret, bahkan sesekali ada suara tokek. Nah penasaran? Silakan lihat-lihat sendiri Budaraa KoziLab ini di website mereka : www.budaraa.com

Foto-foto milik @pashatama & @motulz

Advertisements

2 thoughts on “Ingin Menikmati Bandung Tanpa Macet? Jangan Ke Sana Pas Akhir Pekan!

  1. wah.. oke juga ini.. ngga ada wi-fi-nya ya kang? oke sekali kalo misal ada fasilitas wi-fi apalagi yang gratis.. makin oke kerja sambil liburan~

    kerja kok sambil liburan~

    • Ada mas Zam… di kamar nya kalau ga salah ada 3 pilihan wi fi.. atau ya ke kafe-nya juga ada wi fi. Kerja koq sambil liburan.. hahaha.. kalau ada pilihan itu? kenapa tidak kang? :)))

Leave a Reply