Indahnya Glover Garden di Nagasaki

Bom atom, rasanya itulah yang kita ingat saat disebutkan nama Kota Nagasaki. Selain Hiroshima, Nagasaki adalah salah satu kota yang menjadi korban sekali-kalinya bom atom yang pernah diledakkan manusia sepanjang sejarah perang dunia. Sang Pria Gendut” (Fat Man)  – nama bom atomnya, secara seketika begitu saja menghujam dan merengut hampir mencapai 130.000 nyawa yang kini mencuatkan julukan Nagasaki sebagai “City of Peace”. Namun, selain kisah suram tadi ternyata nama Kota Nagasaki pun memiliki kisah lain yang tidak kalah mencuatkannya. Apakah itu?

Sebagai kota yang terletak paling ujung di Timur negeri Sakura, membuat Nagasaki menjadi pintu masuk perdagangan asing. Ada bangsa Portugis, Belanda, juga Cina yang menjadi bangsa dan negara pertama yang melakukan perdagangan sejak diberlakukannya Restorasi Meiji. Di Nagasaki lah perdagangan antar negara itu pertama terjadi di Jepang, maka tidaklah heran jika di Nagasaki banyak peninggalan sejarah yang berkaitan dengan bangsa asing juga dunia perdagangan dan industri yang sudah berusia ratusan tahun.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah Glover Garden, sebuah taman luas juga indah yang dulunya adalah kawasan pemukiman para saudagar kaya dan businessman asing. Nama Glover sendiri diambil dari nama saudagar asal Skotlandia bernama Thomas Blake Glover. Kawasan pemukiman ini berada di sebuah bukit yang menghadap ke pelabuhan Nagasaki yang cukup besar. Yang uniknya, di kawasan pemukiman ini ada salah satu rumah yang dihuni oleh mantan petinggi perusahaan Mitsubishi, yaitu Dock House no.2. Dari rumah tersebut kita bisa melihat pemandangan ke pelabuhan Nagasaki dan dok dermaga milik perusahaan Mitsubishi. Dari kejauhan bisa tampak sebuah menara mesin kerek yang sangat besar yang ternyata menara itu masih ada dan masih beroperasi hingga sekarang. Dari sejarah ini lah akhirnya saya tahu bahwa Kota Nagasaki ini adalah sebuah kota industri yang dibesarkan bersama perusahaan Mitsubishi.

Sebagai seorang traveler yang gemar mengamati hal-hal yang berkaitan kreatif, saya pun cukup terpukau dengan desain arsitektur bangunan lawas di Glover Garden. Rumah-rumah di kawasan pemukiman ini terasa sekali mengalami percampuran gaya arsitektur, yaitu western style berpadu dengan gaya desain arsitektur Jepang tradisional. Perpaduan ini cukup sukses dan indah sekali, seolah membuktikan bahwa akulturasi desain dan arsitektur itu sangat memberikan ciri yang khas bagi sebuah ikon perkotaan.

Saya pikir, jika teman-teman berencana ingin mengunjungi kota-kota di Jepang, tidak ada salahnya menjadi Nagasaki sebagai salah satu destinasinya. Glover Garden hanya salah satunya, ada masih banyak lagi tempat-tempat wisata menarik dan jangan lupa, bahwa Nagasaki ini memang terkenal sebagai kota yang paling sering membuat event pertujukkan dan festival-festival. Ada banyak sekali acara dan festival di Nagasaki tiap tahunnya. Temukan festival favorit kalian dan segera buat rencana perjalanan! – cek detilnya di sini : http://www.japan-guide.com/e/e4406.html

 

Advertisements

Leave a Reply