Numpang Sholat di Pabrik Kue Ternama di Sapporo Jepang

Apa anehnya sih numpang sholat? Karena di pabrik kue? Gak juga sih… Tapi ini cerita menarik karena pabrik kue ini sungguh di luar bayangan saya untuk bisa sholat di sana, apalagi ternyata ada musholanya!. Seperti apa?

Pagi itu, rombongan “lenong” tiba di Sapporo – ibukota provinsi Hokkaido, Jepang. Rombongan kami terdiri dari tiga media massa yaitu Liputan6, Detikcom, dan HardRockFM. Sementara saya dan Mas Bolang dari lostpacker.com mewakili media sosial. Setelah beberapa hari jalan-jalan ke sana kemari, rombongan yang diasuh oleh Ibu Michiko Sasayama dan Paman Yasuhiro Nakazawa, singgah di sebuah tempat yang mirip kota kecil di kawasan Eropa.

Mengapa seperti kawasan Eropa? Karena bentuk dan desain bangunan, jalan setapak, jembatan, dan menara jamnya sekali pun, mengingatkan kita pada sebuah kota mungil dalam dongeng-dongeng tentang Eropa lampau. Nama tempat ini adalah Shiroi Koibito Park, atau taman kekasih putih. Kenapa keksaih putih? ceritanya karena sang pembuat kue ini awalnya senang jalan-jalan ke Eropa dan menikmati salju dengan bermain ski. Saat ia kembali ke Jepang, kerinduan akan salju itu tak hilang. Karena Kota Sapporo ini juga terkenal sebagai kota dengan musim dingin yang bersalju, maka dibuatlah taman indah untuk merayakan keberadaan kekasih putih si salju itu.

Sekejap saja saat bus kami memasuki komplek Shiroi Koibito Park ini, suasana perkotaan yang khas di Sapporo sekejap berubah. Kami semua seketika itu juga blingsatan, foto sana-sini, ambil gambar video ini itu, hingga cukup merepotkan Ibu Michiko dan Paman Yasuhiro (kami memanggilnya Yas san). Agenda pertama kami adalah kami harus merasakan bagaimana serunya menghias kue sendiri.

Kue? ya.. kue Ishiya atau kalau di Indonesia kita kenal dengan nama Kue Lidah Kucing. Bedanya, kalau di Indonesia bentuknya itu ellips atau lonjong, sementara di Jepang bentuknya kotak. Lalu bedanya lagi, kue ini dilapisi dan dihias dengan racikan coklat yang khas dan enak sekali. Tak heran jika proses pengolahan coklat ini pun diceritakan dalam sajian cerita yang menarik bak di museum. Bayangkan saja pabrik dengan gaya arsitektur Inggris klasik menampilkan cara mengolah coklat yang begitu atraktif, sungguh terasa bagai kita masuk ke dalam dunia film “Charlie and The Chocolate Factory”-nya Tim Burton. Sementara kami, sungguh bagaikan anak-anak nakal yang jumpalitan kegirangan karena selain melihat-lihat proses pembuatan, kami pun dapat icip-icip kue yang lezatnya minta ampun itu.

Keseruan berikutnya adalah setelah kami selesai ikutan workshop menghias kue dan tour berkeliling pabrik, adalah saat tahu bahwa di dalam kemegahan dan nyentriknya bangunan Shiroi Koibito Park ini, ternyata ada tempat sholat yang sungguh dibuat demi kenyamanan pengunjung muslim yang ingin sholat! ha ha ha… amazing!

Tempat sholat yang mungil ini berada nyelip diantara kemegahan dan hiruk-pikuk keramaian bak sirkus. Karena kebetulan sekali saat kami tiba di mushola ini sudah masuk waktu Dhuhur, maka saya pun berkesempatan mencicipi sejuknya air Sapporo sebagai air wudhu dan menghadap kiblat dari sisi pulau Hokkaido di pulau paling baratnya negeri Jepang. Sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan sekali.

Saya pikir.. jika teman-teman ada kesempatan, selayaknyalah harus mampir ke taman ini dan selain mencicipi kue lezat Ishiya sebagai oleh-olehnya, sempatkanlah sholat di mushola mungil yang berada di theme park yang megah ini. Sebelum pulang, kami rombongan lenong – mendapatkan kue hasil menghias tadi di workshop. Dalam kemasan yang elegan dan cantik banget! Ah pokoknya untuk kalian yang ingin berlibur bersama keluarga dan anak-anak, tempat ini “is a must” jadi destinasinya. Jika sempat ke sana, jangan sungkan berbagi ceritanya ya!

Info : http://www.shiroikoibitopark.jp/english

Terima kasih :

 

 

Advertisements

Leave a Reply