Indah dan Ramahnya YATS Colony di Jogja Bikin Betah

Sudah lama dengar nama YATS Colony ini, membuat penasaran ingin berkunjung dan menginap di sana. Sekaligus penasaran dengan kata YATS itu sendiri yang tidak paham arti dan maknanya. Mau tahu arti YATS apa? Nanti tak ceritain…

Lokasi YATS Colony tidak jauh dari kawasan Keraton Yogyakarta, lebih tepatnya adalah berlokasi persis berseberangan dengan rumah persembunyian Sukarno saat agresi militer Belanda pertama yaitu di Jl. Patangpuluhan, daerah Wirobrajan. Jalan besar memudahkan saya dan teman-teman menemukan lokasi penginapan. Suasana nyaman sudah tampak sejak mobil kami masuk. Terlihat sekali bahwa perancang hotel ini paham betul suasana hati pelancong yang lelah dan tidak ingin masuk penginapan lewat jalan yang rumit dan sumpek.

Untuk mem-booking penginapan ini memang tidak mudah karena antrian pelancong yang ternyata cukup panjang. Namun dengan fasilitas jenis kamar yang ditawarkan rasanya tidak sulit untuk mereka yang bepergian berkelompok. Misalnya tipe kamar yang saya dapat ini yaitu tipe HA Room, kamar ini letaknya terpisah dengan kamar lain semacam private compound gitu. Karena di sisi ini hanya ada dua kamar HA yang memiliki 2 lantai di tiap kamarnya (mezzanine). Untuk kamar yang lain tidak kalah cozy-nya. Pemandangan halaman tengah dengan kolam renang mampu menjadian suasana teduh dan nyaman mendominasi suasana tengah penginapan ini.

Jika saya menginap di kamar tipe HA, sisa tipe lainnya adalah tipe NA, CA, RA, dan KA… hmm.. got it? Yup! betul.. tipe nama kamar-kamar di YATS Colony ini mengambil dari aksara ha-na-ca-ra-ka atau dalam Bahasa Jawa : ho – no- co – ro – ko. Satu hal yang saya senang sekali dengan YATS Colony ini adalah betapa pengelola penginapan ini gemar “bermain” dengan kreativitas nama dalam semua fitur penginapannya. Misalnya untuk laundry mereka menggunakan SALIN, MUSTAKA untuk shower cap, ada juga RAWUH, RIKMA, CUKURAN, dan masih banyak lagi yang bisa kita temukan baik di kamar maupun di tempat makan. Hal semacam ini yang menjadikan keunikan tersendiri karena akan mudah dijadikan semacam story bagi mereka yang aktif di media sosial. Nah jika berkesempatan menginap di sini silakan coba cari lagi yang lain.

Saya curiga kretivitas dari YATS Colony ini diakibatkan karena lokasi penginapan ini berdekatan sekali dengan aktivitas seni, budaya, dan kreativitas. Ada banyak galeri dekat-dekat sini, juga toko alat lukis yang besar dan lengkap yaitu Potentiarte. Termasuk barang-barang dan hiasan di penginapan ini. Mulai dari lampu kamar, barang-barang keramik, atau hiasan kamar. Semua dibuat oleh praktisi seni yang bagus-bagus.

Berkaitan dengan gamification atau permainan kata-kata yang kretif barusan, makanya saya penasaran sekali dengan kata YATS. Saya sempat berfikir jika YATS ini pastilah singkatan dari nama-nama pendiri penginapan ini, segitu mudahnya saya menebaknya. Biar tidak penasaran akhirnya saya pun bertanya langsung ke Ajeng – salah satu punggawa penginapan yang sudah bekerja di sini sejak YATS berdiri. Jawabannya sederhana dan sungguh tak terfikir oleh kami semua. “YATS itu kebalikan dari stay..” ujar Ajeng. See? kreatif kan? Seketika itu saya langsung menduga lagi, jangan-jangan pemilik penginapan ini orang Malang, karena orang Malang kan suka tuh membalik-balik kata – Malang jadi Ngalam. Hanya saja jika kita tahu literasi bahasa Jawa kuno, sebetulnya penggunaan kata terbolak-balik ini sudah digunakan sejak lama lho. Tidak sedikit mantera-mantera atau kata-kata bijak dengan Bahasa Jawa menggunakan kata-kata terbolak-balik ini. Salah satu yang saya ingat sekali adalah pada mantera ajian Rajah Kalacakra, yang salah satu kalimatnya adalah YaMaraja – jamara Ya, yang artinya “wahai sang penyerang berbaliklah menjadi sang pengasih”. Atau YaSilapa – Palasi Ya yang artinya “wahai sang pembuat lapar, berbaliklah menjadi sang pemberi makan”. 

Nah, seru kan? Akan lebih seru jika sudah mengalami sendiri. Rasakan dan nikmati suasana yang begitu nyaman, ramah, dan indah untuk kalian yang suka foto-foto. Bangunlah lebih pagi untuk mendapatkan sinar matahari yang bagus menghiasi suasana sekitar kolam renang. Saat sore bisa menikmati suasana kafe yang cozy sekali dengan menu makanan dan minuman yang unik dan enak. Racikannya khas, beruntung sekali siang itu kami pun mendapat kesempatan mencicipi beberapa menu baru. Diantaranya ada kudapan dari paduan pandan dan kelapa yaitu Paris Berantai, lalu minuman jelly-coffee (ini juara!). Ah sudahlah.. silakan nikmati dan rasakan sendiri saja deh. Jangan lupa untuk share pengalaman kalian juga ya !


Info lengkap : http://yats.co

 

Advertisements

Leave a Reply