5 Hal Yang Layak Diketahui Tentang Kota Maumere

Siapa yang belum pernah mendengar nama kota Maumere di NTT? Siapa yang menyangka jika kota ini punya banyak kisah menarik dan sejarah unik? Selain pemandangan gunung, pantai, laut, bahkan budayanya? Berikut 5 hal yang wajib kamu tahu sebelum berkunjung ke Maumere, Nusa Tenggara Timur.

1. Paus Paulus II rela extend demi singgah di kota ini

Nusa Tenggara Timur memang dihuni banyak umat katolik, pada tahun 1989 – Paus Yohannes Paulus II rela memperpanjang kunjungannya ke Indonesia demi mampir ke Flores. Berkumpul di lapangan Samador, Sikka Maumere, Paus Paulus bertemu banyak sekali umat katolik. Tak heran jika hingga kini aura kedatangan salah satu orang suci Vatican tersebut masih sangat terasa sekali. Ada banyak tempat peribadatan umat Katolik di Maumere, mulai dari sekolah pastor, monumen penghormatan, tempat wisata yang bernuasa religi hingga kamar tempat menginap Paus Paulus II pun masih bisa kita kunjungi. Beberapa yang sempat saya kunjungi adalah Patung Bunda Maria dan sebuah museum kecil milik seorang pastor yang hobi mengumpulkan apa saja yang berkaitan dengan Maumere hingga nama museumnya pun adalah Bikon Blewut yang artinya “Serba Ada”

2. Pemadangan alam darat dan laut yang memukau

Untuk yang satu ini rasanya sudah banyak teman-teman traveler akan mengamininya. Alam Maumere tidak jauh berbeda dengan banyak daerah wisata di NTT lainnya. Di saat musim panas, gundukan bukit-bukitnya diselimuti hamparan rumput kering coklak keemasan jika terkena terik matahari. Sementara saat musim penghujan bukit-bukit tadi berubah warna menjadi hijau karena rerumputan yang tumbuh dengan sangat indah sekali. Sementara di Maumere, kota ini memiliki pegunungan, jadi konturnya bisa dibilang lebih menarik untuk dijelajahi. Bagaimana dengan alam bawah lautnya? Wah sudahlah ya.. sudah tidak diragukan lagi jika alam bawah laut Maumere telah menjadi salah satu destinasi favorit para peselam atau divers lokal maupun internasional.

(Foto : @pinneng)

3. Kota yang dekat dengan sejarah media

Siapa yang sangka jika Kota Maumere punya kisah tersendiri bagi sejarah koran Kompas? Harian Kompas tercetus dari ide almarhum Jend. Ahmad Yani – salah seorang Pahlawan Revolusi. Beliau menyampaikan idenya ini pada seseorang yang ia yakini mampu merealisasikan idenya tadi sebagai sebuah media yang mampu memberikan informasi berimbang. Siapakah orang itu? Dialah Pak Frans Seda yang punya andil besar dalam pendirian koran Harian Kompas ini. Pak Frans Xaverius Seda inilah yang meminta Pak Jacob Oetama dan P.K Ojong untuk mendirikan Harian Kompas. Nama Frans Seda pun disematkan menjadi nama bandar udara di Maumere. Cerita lainnya adalah saat awak TV dokumenter Inggris BBC datang kali pertamanya ke Indonesia untuk merekam Komodo tahun 1956. Karena faktor cuaca laut, maka tim BBC ini harus terbang dari Bali menuju Maumere, lalu berlayar dengan perahu dari Maumere menuju ke Pulau Komodo. Salah satu kru BBC tersebut yang juga produser dan pembawa acaranya adalah Sir David Attenborough. Dia lah sosok pembawa acara dokumenter yang saat ini sangat terkenal sebagai pembawa acara program wildlife documentary untuk TV BBC dan Kebun Binatang London, Inggris.

4. Goyang Maumere

Hahaha… saya tidak tahu harus menceritakan apa dengan Goyang Maumere ini. Sebuah lagu dengan judul yang sama memang begitu terkenal sekali, tidak cuma di Maumere atau di NTT, tapi juga di seantero Indonesia! Goyang Maumere menjadi semacam ikon joget bersama-sama, lagunya yang catchy dengan lirik sederhana diikuti dengan formasi joget yang tidak terlalu sukar namun sarat dengan kekompakan. Belakangan lagu dan joget Goyang Maumere ini digunakan banyak perusahaan besar di Jakarta sebagai salah satu sesi khusus rehat di acara pelatihan SDM mereka.

5. Kota yang sempat terlewatkan

Kawasan wisata Indonesia Timur memang begitu drastis berubah sejak pemerintahan Joko Widodo. Pembangunan dan promosi daerah di NTT begitu gencar dengan dibukanya beberapa pelabuhan dan bandar udara. Kota yang melejit namanya menjadi destinasi wisata favorit adalah Labuan Bajo dan Sumba. Kini kedua kota tersebut begitu terkenal dikalangan para pelancong, baik dalam dan luar negeri. Padahal kedua kota tadi dulunya hanya kota terpencil karena sulitnya akses. Ketenaran kedua kota tadi sempat mengalihkan perhatian para traveler terhadap Kota Maumere. Dahulu kala untuk berkunjung ke kawasan NTT ini hanya dapat diakses lewat dua kota saja, yaitu Kupang dan Maumere. Sementara untuk Maumere sendiri keberadaannya sudah lebih lama lagi berdiri dan menjadi kota besar pada masa itu. Kehidupan Kota Maumere sudah jauh lebih maju dibanding kota-kota di NTT lainnya. Ada banyak pembangunan dan infrastruktur yang sudah terbangun sejak lama. Dari situlah terlihat banyak sekali tokoh kenamaan di negeri ini yang berasal dari Maumere, salah satunya Pak Frans Seda tadi yang pernah menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Sukarno.

Kota Maumere kini sudah tumbuh lebih besar dan lebih maju lagi. Keberadaannya di kawasan NTT pun makin menjadi penopang dan kekuatan bagi industri pariwisata nasional. Terlalu banyak untuk diceritakan satu persatu keindahan dan menariknya alam, seni, budaya, dan kuliner di Maumere. Sempatkan melancong ke sana, temukan cerita-cerita menariknya, dan jangan lupa untuk diceritakan ke teman-teman lainnya.


Terima kasih Arbain RambeyPinnengChristie Ingrid Natalia untuk akses, foto-foto, dan ceritanya.

 

Advertisements

Hits: 383

Leave a Reply