Terkesan Oleh Indahnya “Kota Teh” Wuyishan

Pegunungan Wuyi memang sudah sangat terkenal. Hamparan gunung batunya begitu memukau dan sejak saya baca lokasi ini ada dalam itinerary maka saya pun mencoba berspekulasi, benarkah pegunungan ini begitu indah?Wuyishan adalah kota resort yang dibangun belum terlalu lama – jika dibandingkan dengan usia provinsi Fujian. Lokasinya berada kurang lebih 560 km dari Xiamen City tempat saya mendarat menumpang pesawat Xiamen Airlines. Lama perjalanannya? ya tergantung jenis kereta yang kamu pilih, ada kereta biasa, kereta cepat, atau bahkan kereta super cepat.

Kesan pertama saat tiba di Wuyishan adalah kota yang sejuk. Kebetulan kami ke sini pada saat musim yang pas, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas antara bulan November sampai Januari. Pemandangan bukit-bukit rumput menguasai wilayah ini. Dari stasiun kereta butuh lagi sekitar 40 menit dengan bus menuju kota resort Wuyishan. Pegunungan Wuyi pun sudah langsung dapat kita lihat begitu megah dan gagah.

Puncak Gunung dan Pohon Teh

Pada akhirnya keindahan Pegunungan Wuyishan memang tak diragukan lagi. Sejak hari pertama spekukasi saya atas indahnya alam Wuyishan sudah terbayar kontan. Saya kebetulan berkesempatan mengunjungi Tianyou Peak, salah satu wisata jalan kaki naik ke atas kawasan pegunungan. Keindahan alam sudah mulai terasa. Sungguh sebuah pemandangan alam yang mengingatkan saya pada gambar-gambar negeri dongeng Cina. Atraksi wisata Tianyou ini dibagi menjadi beberapa tahapan pilihan. Tahapan awal, menengah, dan puncak. Pembagian ini berdasarkan level stamina kita saat menanjak / hiking ke atas gunung. Saya tahu diri hanya sanggup sampai tahapan menengah yaitu bagian kebun teh yang berada diapit pegunungan.

Teh memang punya peran penting dalam keberadaan kota Wuyishan. Teh di sini terkenal dengan nama Da Hong Pao. Sebuah jenis teh merah yang tumbuh diatas bebatuan Pegunungan Wuyi. Sering dijuluki sebagai rajanya teh. Nama Wuyishan pun tidak akan lepas dan kondangnya teh Da Hong Pao ini. Saking terkesannya, hingga kisah legenda termasyurnya teh Da Hong Pao pun dijadikan pertunjukkan teatrikal setiap malam yang dikemas dan disajikan dengan tata lampu, cahaya, dan proyektor yang begitu spektakuler.


Klik untuk melihat –> Pertunjukkan spektakuler legenda teh Da Hong Pao di Wu Yi Shan karya Zhang Yimao


Pohon teh tertua yang menjadi moyang dari semua pohon teh yang ada di seluruh kawasan Wuyishan ini pun masih ada, tumbuh, dan gagah tertanam di atas sebuah tebing di dalam salah satu celah Pegunungan Wuyi. Jumlahnya ada enam pohon yang hingga hari ini masih hidup dan masih produktif. Di usianya yang sudah mencapai 340 tahun pun pohon teh tertua ini nasih dapat dipanen dengan harga per gram-nya yang super mahal sekali. Walau demikian sudah tidak bisa diperjualbelikan dan hanya disajikan khusus untuk kelas presiden dan raja saja.

Wisata Sungai Jiuqu

Alam Pegunungan Wuyi tidak saja dapat dinikmati lewat atas tapi juga lewat bawah, yaitu dengan mengarungi Sunga Jiuqu. Sungai dangkal yang berkelok-kelok mengarungi perjalanan saya di atas rakit bambu yang menjadi salah satu atraksi wisata favorit.

Satu rakit untuk 6 penumpang dan 2 orang pedayung dibagian depan dan belakang rakit. Mereka berdua tidak mengayuh rakit, melainkan mendorong dan mengemudikannya dengan menancapkan bambu ke dasar sungai. Bagian ujung bambu yang tertusuk ke dasar sungai dipasang paku besi agar bambu tidak mudah rusak.

Sepanjang sungai saya diperlihatkan pemandangan gunung, bukit, hingga tebing yang sangat indah sekali. Di beberapa tempat terlibat pahatan di tebing bertuliskan huruf kanji yang entah apa artinya, mungkin penjelasan nama bukit. Bukit dan gunung-gunung di Pegunungan Wuyi ini memiliki nama, ada sang putri, ada sang raja, ada buah dada dan lain sebagainya.


Nikmati video YouTube indahnya pemandangan di Sungai Jiuqu, klik di sini!


Tak terasa perjalanan dengan rakit bambu selama 90 menit disudahi saat rakit berbelok masuk dari sungai besar ke sungai kecil. Di akhir wisata sungai semua rakit bersandar di sebuah kawasan tua yang direnovasi sebagai tempat istirahat, makan dan juga belanja oleh-oleh. Sungguh sebuah kawasan wisata yang bagus dan layak menjadi salah satu destinasi jika kita berencana berlibur ke sisi Tenggara Cina.

Tips: gunakan Xiamen Airlines, selain karena harga tiket yang ekonomis (low budget airfares) tapi dapat makan dan kudapan kacang. Perjalanan dari Jakarta (T3 Soetta) ke Xiamen pun ditempuh secara direct (tanpa transit) dalam waktu kurang lebih 5 jam saja! Sebagai catatan, Xiamen Airlines terkenal sebagai maskapai terbaik di China dalam hal safety, maka di atas pesawat TIDAK DIPERKENANKAN menyalakan ponsel, walau sudah dipasang airplane mode sekalipun.


Artikel ini terselenggara atas dukungan:

Advertisements

6 thoughts on “Terkesan Oleh Indahnya “Kota Teh” Wuyishan

Leave a Reply