Xiamen, Cina : Kota Yang Ternyata Indah, Bersih, Bahkan Tidak Berisik

Bersih dan indah itulah yang pertama saya rasakan saat tiba siang itu di Xiamen dari Jakarta. Saya pikir kesan itu hanyalah saya rasakan di Bandara Internasional Gauqi, Xiamen. Ternyata saat menyusuri kota Xiamen pun kesan awal tadi tidaklah salah.

Kota Xiamen terbagi dua, ada yang di bagian daratan (mainland) lalu ada juga yang di pulau. Pulaunya tidak besar penduduknya pun hanya 1/4 nya penduduk Jakarta. Nah bandara Gauqi tadi, terletak di Xiamen bagian pulau. Pulau ini terhubung oleh empat jembatan besar yang menjadi penghubung transportasi masyarakat dari pulau ke Xiamen daratan.

Pulau Xiamen letaknya persis di bagian luar daratan Cina yang menghadap Pulau Taiwan, hal uniknya yakni ada sebuah pulau milik Taiwan yang jaraknya lebih dekat ke Xiamen dibanding ke Taiwan sendiri. Mungkin hanya sekitar 2,5km saja dari pantai Xiamen. Jadi jika hendak berkunjung ke pulau tersebut maka kita harus masuk lewat izin imigrasi.

Sejak lama, Cina sungguhlah dikenal oleh banyak traveller dunia sebagai negara yang warganya kotor dan jorok. Mulai dari meludah sembarangan di jalan, pertokoan, bahkan di dalam gedung, belum lagi toilet umum yang terkenal jorok. Ternyata semua hal tersebut tidak saya temukan di Xiamen, sungguh… kota ini bersih sekali. Menurut saya mirip seperti Singapore. Warga di Xiamen pun nampaknya adalah warga Cina yang sangat cinta kebersihan.

Menurut Pak Thomas – pemandu kami selama di Xiamen, saking pedulinya warga dan pemerintah Xiamen akan kebersihan maka Xiamen pun diganjar banyak penghargaan. Yang lebih dahsyatnya, karena begitu pedulinya dengan kebersihan, keindahan, dan juga kenyaman, maka jangan heran jika di kota Xiamen pun kita sulit sekali menemukan sepeda motor. Pemda Xiamen memang melarang penggunaan sepeda motor, selain karena polusi juga menghindari kecelakaan di jalan raya. Namun seiring perkembangan teknologi industri di Cina maka belakangan mulai bermunculan sepeda motor listrik yang bisa kita temukan hampir di kawasan perumahan dan pasar. Sementara di kota dan kawasan publik kita malah lebih mudah menemukan sepeda sewa dengan apiklasi. Sementara untuk mobilnya pun dibatasi oleh Pemda dalam menggunakan klakson, sehingga di jalan-jalan raya kita hampir jarang mendengar kegaduhan suara klakson mobil-mobil.

Jika kalian berkesempatan berlibur ke Xiamen mampirlah ke Zhangshan Road Pedestrian. Sebuah kawasan di mana jalan rayanya ditutup untuk kendaraan bermotor mulai jam 8 pagi hingga jam sebelas malam. Jalan-jalan di sana hanya boleh diakses oleh pejalan kaki. Jadi tidak heran jika kawasan tersebut begitu ramai dengan pengunjung yang hilir mudik berjalan kaki, bahkan sepeda pun tidak diizinkan masuk.

Cara mudah ke Xiamen? Cukup naik maskapai kebanggaan mereka yaitu Xiamen Airlines, yang berangkat dari Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta. Kalau tidak salah harga tiketnya kisaran 5 juta PP, itu pun sudah termasuk makan dan kudapan selama 5 jam perjalanan langsung tanpa transit dari Jakarta ke Gauqi International Airport Xiamen. Nah.. saatnya untuk merealisasikan pepatah: “bepergianlah hingga ke negeri Cina”.


Artikel ini disajikan atas dukungan:

Advertisements

2 thoughts on “Xiamen, Cina : Kota Yang Ternyata Indah, Bersih, Bahkan Tidak Berisik

Leave a Reply