Menikmati Suasana Teduh dan Rindang di Hutan Kota Malabar, Malang

Sebuah hutan rindang berada di tengah Kota Malang, keberadaan lahan hijau ini nampaknya serius dijadikan hutan kota oleh Pemkot Malang. Selain membuat teduh, jadi resapan air, dan penyaring polusi kota. Apalagi yang dapat dirasakan bahkan dinikmati warga kota atau pelancong yang singgah ke Kota Malang?

Hutan Kota – hampir bisa ditemukan di banyak kota sebagai lahan hijau dengan populasi pepohonan yang relatif banyak dan beragam. Di Jakarta kita bisa temukan di banyak tempat salah satunya Hutan Srengseng di sisi Barat Jakarta. Kali ini saya akan mengulas hutan kota yang berada di tengah Kota Malang. Karena kebetulan saya berkesempatan mampir ke hutan yang luasnya hampir mencapai 17 hektar ini.

Hutan kota Malabar – begitulah namanya karena diambil dari salah satu nama jalan di sisi kawasan hutan. Lokasinya berada di wilayah Kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen. Nah daerah sini memang terkenal sejak lama sebagai kawasan perumahan “tempo doeloe”. Masih banyak sekali kita melihat desain arsitektur rumah-rumah bergaya peninggalan kolonial. Tidak sedikit juga kita temukan rumah-rumah yang masih memiliki nama. Sejak zaman Belanda lahan ini sudah ada, hanya sebuah lahan kosong yang dimanfaatkan sebagai resapan air dan tempat bermain anak-anak dari kampung sekitar. Hal in terlihat dengan adanya kolam penampungan atau disebut ”Bozem” yang berfungsi sebagai penampung air dari lokasi sekitar. Di dekat kolam ini, kita juga akan menemukan sebuah posko “berbau khas” yang diperuntukan sebagai tempat pengolahan kompos.

Hal menarik yang saya temukan perihal nama hutan ini, pada mulanya nama Hutan Kota Malabar adalah “Kebon Rodjo” atau sering disingkat ”Bon Rodjo”. Menurut papan informasi di situ, hal tersebut dikarenakan lahan ini digunakan sebagai tempat bermain bola dan lempar lembing oleh anak-anak di sekitar lokasi. Saya sih masih berfikir, apa hubungannya “Kebon Rodjo” dengan tempat main anak-anak? Saya malah berdikir sebutan Kebon Rodjo itu jangan-jangan diambil karena di lahan ini dulunya banyak warga Belanda, jadi sebutan Kebon Rodjo dari Kebun Raja, seolah menyebut warga kulit putih itu raja? Begitu gak kira-kira? Entahlah.. hehe..

Seiring berjalannya waktu, demi mempertahankan keberadaan hutan ini maka secara bertahap mulai sekitar tahun 1999/2000, Pemerintah Kota Malang mulai serius membenahi lokasi ini dengan terus menambah pohon penghijauan sebanyak kurang lebih 500 bibit, terdiri dari berbagai jenis pohon. Nama-nama pohon terpampang rapih agar siapa pun yang berkunjung bisa berkenalan langsung dengan pohon-pohon disitu. Untuk penanaman pohon selain oleh Pemkot, masyarakat, dan perguruan tinggi, pihak swasta pun seperti PT. Amerta Indah Otsuka – yang lebih dikenal sebagai perusahaan yang memprodukasi minuman isotonik Pocari Sweat, Ionessence, dan makanan ringan SoyJoy, juga turut serta dalam menanam sekian banyak jenis pohon yang saat ini hutan kota sudah dihuni oleh kurang lebih 1500 pohon. Selain ikut dalam pengadaan dan penanaman pohon, PT. Amerta Indah Otsuka pun ikut andil dalam memperbaiki dan mempercantik fasilitas yang dibutuhkan di lokasi hutan kota.

Kini suasana di lokasi hutan kota dan sekitarnya pun jadi lebih indah, menarik, dan layak dikunjungi sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Malang. Selain suasana yang rindang dan teduh, kita pun bisa jalan-jalan santai, jogging, bersepeda, foto-foto, bahkan kongkow-kongkow minum kopi karena di sekitar sini ada banyak kafe, yang nampaknya cukup hits buat anak-anak muda di Kota Malang. Silakan mampir dan berkunjung ke Hutan Kota Malabar, temukan hal menarik di sana dan jangan lupa share cerita kalian di sini 🙂


 

Advertisements

Leave a Reply