Disinilah Tempat Asik Mencicipi Kopi Papua Asli di Jayapura

Jayapura – jangan lagi bayangkan sebagai daerah hutan rimba. Jayapura adalah ibukota provinsi Papua. Salah satu kota di sisi Timur Indonesia yang menurut saya layak kamu kunjungi. Selain untuk menikmati alam dan budaya Papua, kamu pun kini bisa menikmati langsung sensasi kopi Papua yang sudah ternama itu. Lalu di mana tempat untuk mencicipi Kopi Papua yang asli yang otentik?

Saya terakhir ke Jayapura Papua tahun 2008 dan saat kesana lagi tahun 2018 saya menyadari sudah begitu banyak perubahan. Selain tempat karakoke, kini di Jayapura sudah ada bioskop XXI dan toko buku Gramedia, semacam pertanda bahwa kebutuhan hiburan dan baca buku su (sudah) makin meningkat toh? Perubahan dan pertumbuhan di Jayapura juga ditandai dengan munculnya kafe-kafe yang cocok jadi tempat hang out. Namun ada satu kafe yang wajib kamu datangi saat plesir ke Jayapura. Namanya Pit’s Corner, satu-satunya cafe di Jayapura yang punya barista sendiri. Baristanya pun bukan pendatang melainkan anak muda asli Papua.

Papua memang sudah lama terkenal menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbaik di negeri ini. Sayangnya untuk mencicipi kopi ini tidak terlalu mudah dikarenakan untuk mendapatkan biji-biji kopinya sendiri ternyata sudah cukup merepotkan. Salah satu lokasi penghasil kopi di Papua adalah Wamena. Kopi-kopi ini didapat dari perkebunan liar semacam “hutan kopi” yang dibiarkan tubuh secara alami oleh masyarakat di sana. Jadi pohon-pohon kopi ini tumbuh liar di tanah adat, lalu dipetik dengan cara adat pula (manual). Maka tidaklah heran jika kopi yang bisa dibawa ke kota pun tidak terlalu banyak. Salah satu desa penghasil kopi Wamena adalah Walesi. Nah.. yang saya temukan di Pit’s Corner ini adalah barista yang berasal dari Walesi Wamena. Tapi bagaimana mungkin ada anak muda Walesi Wamena jadi barista? Ternyata di kafe ini terdapat sekolah barista juga. Selain menerima siswa barista untuk kebutuhan hotel, sekolah ini pun menerima siswa untuk anak-anak muda Papua. Salah satu barista yang saya temui namanya Nonyo Lani (18), saya bertemu saat ia sedang istirahat di rumah singgah yang ada di belakang kafe Pit’s Corner yang sengaja dibuat untuk tempat tinggal siswa-siswa yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka belajar jadi barista.. keren ga sih?

Selain Nonyo, kebetulan ayahnya – Maksimus Lani (64) sedang berada juga di rumah singgah tersebut. Saya dikenalkan ke mereka oleh Pak Piter Tan pemilik kafe dan sekolah barista ini. Jadi memang Pak Piter Tan sengaja mendesain kafenya ini sebagai one stop learning tentang kopi Papua. Jadi tidak sekedar tempat minum kopi, tapi juga bisa beli kopi asli Papua, sekolah barista juga tempat informasi dan referensi tentang kopi Papua, hingga mess bagi siswa barista anak-anak asli Papua yang tak punya tempat tinggal di Jayapura. Tidak cuma tidur, makan pun juga ditanggung oleh Pak Piter Tan – pokoknya all out! Nah… Nonyo Lani ini adalah salah satu siswa barista yang sebentar lagi ia akan lulus dari “Papua Barista School & Coffee Lab” – sekolah barista di Pit’s Corner ini.

Misi Pak Piter – sang pemilik, ingin menjadikan tempat ini tidak sekedar tempat beli dan minum kopi. Pak Piter sadar bahwa kejayaan Kopi Papua harus juga dapat mengangkat anak-anak muda Papua sebagai barista yang handal. Keseriusan Pak Piter ini tidak main-main, sekedar info bahwa tiap siswa yang sekolah barista di sini dikenakan biaya yang tidak murah. Sementara untuk anak-anak muda Papua yang serius ingin menjadi barista di sini, oleh Pak Piter tidak dikenakan biaya sama sekali! Keren kan?

Saat saya bertanya ke beberapa siswa barista di Pit’s Corner ini, alasan mengapa ingin menjadi barista? Jawaban mereka sangat sederhana sekali namun mulia, yaitu hampir semua ingin meneruskan dan meningkatkan hasil kopi perkebunan orang tuanya. Anak-anak muda ini banyak datang dari kawasan pegunungan di Wamena. Ada yang dari Yahukimo, Oksibil, Walesi, dan lainnya. Orang-orang tua mereka memang sudah lama menjadi petani kopi. Hanya saja menurut Pak Piter makin ke sini anak-anak muda Papua semacam enggan meneruskan usaha orang tuanya menjadi petani kopi. Pak Piter sadar bahwa bicara kopi ke anak muda harus bicara “keren”-nya kopi, maka dikenalkanlah anak-anak muda ini dengan profesi barista. Dengan begitu maka anak-anak muda Papua ini dapat menguasai “perjalanan kopi” dengan lebih lengkap. Bagaimana tidak, sejak anak-anak ini lahir hingga tumbuh besar, mereka hidup dari kopi. Sejak kecil mereka sudah dekat sekali dengan tanaman kopi, bermain-main di sekitar kebun kopi, jadi tak heran jika mereka sangat akrab dengan tanaman dan buah kopi. Hanya saja, mereka tidak tahu perjalanan kopi selanjutnya saat semua hasil panen kopi tadi dibawa ke kota. Dengan menjadi barista maka diharapkan anak-anak muda ini melengkapi pengetahuan mereka tentang kopi, dari A sampai Z !

Jadi buat teman-teman yang berkesempatan plesir ke Jayapura Papua, wajib hukumnya untuk melengkapi kunjungan dengan singgah sekalian mencicipi kopi Papua asli di Pit’s Corner. Di situ pun dijual Kopi Papua yang bisa kamu bawa sebagai oleh-oleh khas Papua. Dan jika kamu beruntung, kamu bisa bertemu dengan anak-anak muda keren Papua yang jadi baristanya.

Alamat : Jl. Kasuari no.2 Dok V Atas, Jayapura Utara, Mandala, Jayapura, Papua 99114
Jam tutup :  10PM
Telpon : (0967) 5160443


 

Advertisements

Hits: 355

Leave a Reply