Kena Tipu Polisi Amsterdam

Polisi gadungan, ternyata bukan cuma ada di Indonesia bahkan ada di dataran Eropa yang maju. Salah satunya ada di Amsterdam Belanda dan.. ya saya adalah korbannya haha!

Ini kali pertamanya saya ke Amsterdam Belanda dalam rangka undangan pameran komik. Sebetulnya saya tidak sendiri tapi bersama beberapa rekan komikus lain seperti kang Pidi Baiq (@pidibaiq), kang Thoriq (@comicart1st) dan mbak Tita @LarasaTita). Hanya saja kami memang sering asik sendiri dan pergi melancong masing-masing. Seperti biasa Kang Pidi gemar ke toko komik Lambiek, lalu mbak Tita sibuk di rumah mengurusi krucils, sementara kang Thoriq sibuk gangguin nona-nona Belanda di bar.

Hari itu saya baru selesai mengisi waktu dengan sketching di taman Museumplein dekat Rijksmuseum. Saya selalu pilih jalan pulang ke apartemen dengan rute berbeda-beda. Kali ini saya mengambil jalan tidak terlalu ramai dan hanya melewati rumah-rumah warga saja (bukan pertokoan), ya sepi dan tenang sekali. Tiba-tiba muncul orang asing dari arah berlawanan menghampiri saya dengan wajah datar dan bertanya…

“Are you a tourist?” Tanya si bule ke saya, saya jawab YA

“Do you know where is Amsterdam Hilton?” Lanjut si bule dengan tatapan yang masih datar

Wah setahu saya sih hotel itu lumayan jauh ya dari lokasi kami dan setelah saya kasih tahu ke bule itu, dia mengambil sebuah kamera poket murahan kecil dari saku jaketnya lalu meminta tolong ke saya untung mengambilkan gambar foto dirinya. Setelah ia memberikan kamera ke saya, dia langsung nyelonong pergi ke trotoar jalan di bawah pohon yang lumayan agak mojok. Karena kamera poket miliknya ada pada saya, maka saya terpaksa membuntutinya. Lalu dia berpose alakadarnya dan saya jepret beberapa kali tanpa rasa curiga bahkan memberikan arahan pose yang lebih keren :))

Tiba-tiba saya dikejutkan orang asing yang menepuk bahu saya dari belakang. Saya kaget sambil menoleh, ternyata seorang bule lagi, asing, berjaket kulit yang mengaku dari kepolisian Amsterdam. Lalu dia bertanya ke saya dengan nada yang lumayan intimidatif

“What are you guys doing here? are you know each other?” Tanya polisi ke saya dan ke si bule yang saya foto – lagi ngapain dan apa kalian saling kenal?

“No officer.. no.. we just met and we only took a picture, he’s a good guy officer” Tiba-tiba bule yang saya foto menjawab dengan aneh, panik, dan ketakutan

Saya antara kaget, bingung, dan bertanya-tanya, kenapa jadi lebay gini? Lalu polisi berpakaian preman tadi meminta paspor saya – saya kasih paspor asli. Dilihat cuma sekilas lalu si polisi gadungan ini menuduh: kalian sedang transaksi drugs ya? Saya jawab hell no! Lalu ia menggeledah ransel saya. Kemudian ia minta saya memperlihatkan dompet. Saya masih belum curiga. Lalu dia melihat-lihat isi dompet saya trus dengan wajah sok tegas dia menasehati saya untuk tidak diam-diam berada di daerah tertutup. Karena menurutnya di daerah situ banyak terjadi transaksi obat-obatan terlarang. OK saya pikir ini nasehat baik dan masuk akal, sampai ketika saya melihat dari ujung mata saya tangan si polisi gadungan itu memasukan sesuatu ke kantongnya…. DAMN!!

Saya yakin kalau saya ditipu, dengan wajah dingin – saya minta paspor dan dompet saya dikembalikan. Si polisi gadungan mengembalikan paspor dan dompet saya sambil menyuruh saya pergi. Dengan tenang dan santai saya berkemas ransel lalu berjalan ke arah berlawanan sambil sok belok padahal saya sembunyi dibalik pohon. Sambil mengintip bak James Bond, saya kunci pandangan saya pada si polisi gadungan berjaket itu. Dia berjalan menuju mobil.. DAN.. si orang asing yang minta tolong foto tadi jalan bersama si polisi gadungan! Kurang ajiyaar!

Saya terus pantau mereka pergi hingga masuk mobil. Mereka naik mobil Volvo 244 jadul dengan plat nomor berwarna latar putih. Koq beda sendiri ya? karena setahu saya semua mobil Amsterdam plat nomornya berlatar warna kuning. Akhirnya saya ingat-ingat no polisinya dan saya lari mencari orang dekat-dekat situ. Sayangnya sepi dan tidak ada orang! Tapi saya lihat ada sebuah kantor pemadam kebakaran (branweer), saya kesitu dan minta kertas dan pinsil. Setelah saya tulis, petugas-petugas pemadam kebakakaran bertanya ada apa? dan mereka sangat kaget pas saya bilang baru saja ditipu :))) Akhirnya mereka menawarkan saya untuk menelpon polisi, saya OK dan TIDAK SAMPAI 10 menit.. Polisi datang dengan VW Golf yang keren itu πŸ˜€

Akhir cerita, kedua polisi menawarkan saya untuk membuat laporan kecurian di kantor polisi dan saya tidak banyak pikir untuk mengiyakannya. Setelah saya cek uang di dompet, ternyata si polisi gadungan itu mengambil uang US dollar saya saja. Yang uang Euro tidak diambil. Sungguh modus yang cerdik! Si polisi asli bilang, beruntung mereka tidak melakukan kekerasan dan tidak mencuri atau merobek passport saya, jika iya.. urusannya bisa lebih panjang dan si polisi asli pun tidak akan dengan mudah ramah kepada saya, karena katanya urusannya bisa harus melibatkan kantor imigrasi dan KBRI hahaha.. Duh! saya masih beruntung..

Oh iya, kata si polisi asli tadi bahwa para penipu itu nampaknya bukan orang Belanda, karena mobil pribadi Belanda mustinya berwarna latar kuning – bukan putih, kecuali taksi. Kemungkinan mobil itu datang dari Eropa Timur katanya πŸ™‚ Well lumayan dapat pengetahuan dari kejadian ini kan?

  • Simpan passport asli di loker hotel, cukup bawa foto-copy-nya saja saat kita jalan-jalan.
  • Jika ada orang asing aneh dan mencurigakan menyapa atau mengajak bicara, abaikan saja. Beri gestur kita tidak mengerti anda. Bisa jadi dia mabuk juga
  • Para penjahat tahu betul bahwa orang Asia itu ramah dan sungkan jika dimintai tolong, ini yang mereka manfaatkan
  • Berdandan tidak mencolok seperti turis itu jauh lebih nyaman dan tidak memancing orang jahat.
  • Bawa uang secukupnya, jika agak berlebih pisahkan penyimpanan uang selain di dompet.

Swastika : Waduuuh… saya kalau jalan ke luar negeri selalu menaruh sedikit saja uang di dompet, sedikit di saku jeans, sedikit di selipan tas ransel dll. Jadi segaja dipisah-pisah biar kalau pas belanja di toko atau bayar makanan kan buka dompet tuh, keliatannya turis kere, duitnya dikit :))

 

(Foto-foto milik @motulz, @animatorix, dan GoogleMaps)

Advertisements

6 thoughts on “Kena Tipu Polisi Amsterdam

  1. Waduuuh… saya kalau jalan ke luar negeri selalu menaruh sedikit saja uang di dompet, sedikit di saku jeans, sedikit di selipan tas ransel dll. Jadi segaja dipisah-pisah biar kalau pas belanja di toko atau bayar makanan kan buka dompet tuh, keliatannya turis kere, duitnya dikit :))

  2. Hoi Motulz,

    As a resident of Amsterdam I feel bad that this has happened to you. I never felt unsafe in Amsterdam, but I heart about these Eastern European “pick pocket” gangs that target the tourists. Maybe you looked to friendly.

    Next time call the Dutch Maffia and we will take of it πŸ˜‰

    And I can show you more of Amsterdam off course to restore your faith in my favorite city.

    Groet!

Leave a Reply