Mengintip Mesjid Megah Di Paris

Teh Nita (@nitatriyana) pernah menantang saya membuat sebuah pilot TV program tentang travel. Syaratnya harus punya keunikan. Agak bingung sih tapi akhirnya saya mencoba dengan membuat sebuah konsep program yang mencoba melihat sisi lain dari sebuah identitas kota.. idenya basi sih ya? :)) Contoh kota yang kita kunjungi saat itu adalah Paris, pemikiran kita selalu tertuju pada kawasan wisata pada umumnya, Menara Eiffel salah satunya. Tapi pernahkan terfikir ada mesjid bagus di Paris?

646_48952046532_2856_n

Paris memang dikenal sebagai negeri fesyen. Industri modenya sudah menginspirasi perancang busana di berbagai pelosok dunia. Selain dunia mode, museum-museum seni di Paris pun sering menjadi target kunjungan banyak wisatawan. Salah satunya adalah museum Louvre yang justru menyimpan lukisan Itali terkenal yaitu Monalisa karya Leonardo Da Vinci. Paris memang memiliki darah seni yang sangat tinggi, bukan saja fesyen, lukisan, dan patung, demikian pula halnya dengan seni arsitektur. Yang menjadi unik adalah salah satu bangunan kebanggaan warga Paris yang justru hampir jarang dijadikan obyek wisata bagi pelancong dari Indonesia, ia adalah Grande Mosquée de Paris atau Mesjid Raya Paris yang lokasinya berdekatan dengan Museum National d’Historie Naturelle.

Mesjid seluas 6 hektar ini memang merupakan sebuah penghargaan bagi ratusan ribu pejuang koloni Prancis muslim saat melawan Jerman di Perang Dunia 1. Mesjid ini dibangun tahun 1926 dengan bantuan dana dari Raja Moroko. Sejak itu mesjid ini menjadi pusat peribadatan bagi kaum muslim Prancis dan juga sebagai kegiatan belajar dan sosial.

 

Pada masa Perang Dunia II, mesjid ini digunakan sebagai salah satu tempat pengungsian kaum Yahudi di Prancis. Mereka disembunyikan di lorong dan ruangan-ruangan di dalam mesjid dari kejaran tentara NAZI yang pada saat itu menguasai Paris. Tidak sampai disitu, bahkan jamaah mesjid ini pun mengeluarkan surat tanda lahir muslim palsu bagi kaum Yahudi agar tidak dibunuh. Semangat kemanusiaan ini memang sangat dijunjung tinggi di mesjid ini lewat simbol menara 33 meter yang menjulang di salah satu sudut mesjid.

Saat ini, Mesjid Raya Paris bukan saja digunakan sebagai tempat sholat bagfi umat muslim akan tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam yang besar. Di luar jam sholat ada banyak sekali rombongan wisata yang berkunjung ke mesjid ini. Rutenya  pun dibedakan dengan rute yang ingin sholat. Saat saya berkunjung ke mesjid ini saya antri di loket tiket, seraya ada pria berbadan besar berkulit kecoklatan menyapa saya “apakah anda muslim?” Saya jawab iya. Lalu saya diajak meninggalkan antrian untuk langsung masuk menuju mesjid. Kebetulan saat itu hampir masuk waktu Dhuhur. Saya diberitahu jalan menuju tempat wudhu dan arah masuk mesjid. Suasana di sana sangat khidmat dan tenang, walaupun nampak banyak sekali orang-orang yang berseliweran. Semua nampak ramah, bersahaja, dan cakap keilmuan. Sungguh sebuah cerminan yang jauh berbeda dengan persepsi umum tentang umat Islam yang kasar, galak, dan menakutkan.

Seni Islam memang khas. Begitu pun dengan seni arsitektur yang menghiasi bangunan ini. Ornamen-ornamen khas bangunan Islam pun mengisi hampir seluruh bagian mesjid, ruangan-ruangan lain, dan taman. Taman memang menjadi sebuah ciri bagi gaya hidup orang Islam di Eropa. Orang Islam di Eropa sangat dikenal cinta dengan kebersihan dan keindahan. Hampir banyak bangunan Islam di Eropa memiliki taman yang indah. Taman yang indah ini berada di bagian dalam bangunan, persis bersebelahan dengan pelataran terbuka.

Sekilas, bagunan mesjid ini bergaya arsitektur Timur Tengah bercampur dengan seni bangunan Eropa. Bentuk-bentuk geometris yang menjadi ciri dari seni Islam terlihat sekali di hampir semua bagian mesjid.

Jika anda berkesempatan bepergian ke Paris, sempatkan mampir ke Mesjid Raya Paris ini, sapa jamaah di sana dan kenalkan diri anda dari Indonesia, mereka akan senang menyambut anda

(Foto-foto milik @motulz)

Advertisements

2 thoughts on “Mengintip Mesjid Megah Di Paris

    • Boleh.. bayar seperti ke museum aja gitu 🙂 kalo ngga salah 9 euro ya..
      Tapi saat itu penjaganya melihat muka saya Asia, dia menyapa lalu mempersilakan masuk FREE hahaha..
      Sambil sekalian sholat Dhuhur saat itu

Leave a Reply