Berburu Matahari Terbit di Puncak Dieng

Awalnya sederhana, cuma diundang oleh @XL123 ke acara blogger di Jogja. Rombongan lain menggunakan kereta api, sementara kami – saya, Pak @didinu, om @dannytumbelaka, mas @happyhpn, dan koh @ted_kho memilih road trip dengan menggunakan mobil Nissan Serena. Rencananya pun sederhana, yaitu ingin mencicipi berbagai makanan khas sepanjang perjalanan pantura (pantai utara).

Namun ya namanya juga traveler – bukan turis, rencana kemana jadinya kemana. Dalam perjalanan kami mampir jajan kepiting di perbatasan Cirebon, lalu terlintas lah nama daerah Dieng, karena sebelumnya ramai di Twitter konser musik “Float To Nature” di kawasan Dieng. Akhirnya kita minta ke pak supir untuk mengubah destinasi kami sebelumnya – yaitu Jogja, menjadi ke arah Dieng. Saat itu sudah sekitar jam 21.00 malam.

Perjalanan menuju Dieng hanya dihiasi pemandangan gelap. Kita sama sekali tidak tahu jalan yang sedang kita tempuh. Beruntung, supir kami orang Solo dan beliau sering road trip melalui semua rute. Akhirnya sekitar jam 1 dini hari kami tiba di kota Dieng, sudah sepi pastinya. Lalu Pak Didi dan Om Danny mencoba turun dari mobil untuk bertanya dimana ada penginapan yang masih buka kepada Pak Hansip. Sesaat pintu mobil dibuka.. hastagaah.. angin malam masuk bagaikan membuka pintu gudang es! Dingin sekali..! Dugaan saya mendekati 10ºC deh. Yang paling celaka, kita semua saltum alias salah kostum! Ya karena memang kita tidak rencana bakalan ke daerah dingin seperti Dieng ini. Pak Didi dan Om Danny pake celana pendek bak mau bersepeda gitu dong! :))

Singkat kata, semua penginapan sudah tutup. Ada satu yang mau menerima kita tapi dengan harga yang asoy. Akhirnya setelah saling bertatapan dan berkomunikasi lewat bahasa telepati. Kita semua sepakat tidur di dalam mobil sajah! 😀 Kami pun sepakat untuk bangun pagi-pagi sekali untuk berburu matahari terbit. Akhirnya kita parkir di sebuah tanah yang agak lapang, kiri kanan hanya tampak gardu-gardu kecil yang entah apa.

 

Sekitar jam 4 subuh, berbekal GoogleMaps di iPhone dan apps SunSeeker, kita mencari rute terbaik untuk mencegat matahari terbit. Saya menjadi navigator pak supir yang memberikan arah jalan menuju lokasi paling ideal. Akhirnya setelah cek sana-sini kita menemukan info lokasi ideal yaitu Sikunir, lokasi yang sangat pas dan ideal sekali untuk melihat matahari terbit di kawasan Dieng. Untungnya pagi itu cuaca bagus sekali, matahari pun muncul dengan sangat sempurnanya. Pagi itu super-dingin! lebih dingin dari malam hari, namun suhu cuaca tidak membuat kami urung mengabadikan momen matahari terbit yang sangat indah sekali – paling tidak buat saya. Karena momen matahari terbit kali ini sangat khidmat, seiring dengan desir suara angin Dieng dan sayup-sayup suara pengajian dari menara mesjid kampung.

  • Lokasi Dieng ini bukan cuma dingin suhu tapi juga angin, sebaiknya membawa syal dan tutup kepala
  • Walau dingin, tapi daerah Dieng sangat kering. Pertanian pun butuh pengairan khusus. Jadi jangan lupa bekal air minum
  • Ada makanan khas Dieng yaitu Purwaceng, sebaiknya tanya-tanya dulu sebelum mencoba. Bukan masalah racun atau tidak enak sih, tapi.. nganu.. mmm.. ya tahulah ya dari namanya juga?
  • Dieng terkenal dengan kawasan candi kunonya, sempatkan mampir. Tidak jauh koq dari lokasi sunrise hill ini. Lebih pagi lebih bagus di foto karena tidak terlalu ramai.
  • Hobi berburu sunrise dan sunset? Gunakan aplikasi SunSeeker untuk mengetahui arah dan lokasi matahari. Cocok buat yang suka shooting. Ada versi iOS dan Android.

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Berburu Matahari Terbit di Puncak Dieng

  1. Dieng memang luar biasa pak, landscape nya itu lho, bikin kita ketagihan untuk mengunjunginya kembali, Bulan April lalu saya dan teman-teman berangkat ke dieng, tujuan kami yaitu salah satu gunung yang sedang menjadi favorite pendaki urban, yaitu Gunung Prau!, ya gunung prau adalan salah satu gunung di kawasan dieng, pemandangan disana sagat indah pak, di puncak nya kita bisa berhadapan langsung dengan beberapa gunung, ada Gunung sindor dan Sumbing, Merapi Merbabu, bahkan konon kata Mas Pi’i salah satu ranger disana, kalau lagi mujur kita bisa liat gunung ciremai. Kalau bapak berkesempatan kesana lagi, coba deh mampir ke Prau.

Leave a Reply