Mampir Ke Rumah Bolon Di Pulau Samosir

Ya cuma mampir sebentar saat istirahat shooting untuk melihat sebuah kampung yang konon merupakan peninggalan leluhur orang Batak. Kampung ini berupa komplek kecil yang terdiri dari beberapa rumah adat Batak. Orang sana menyebutnya dengan Rumah Bolon (Ruma Bolon)

Lokasinya di Desa Tomok, tidak terlalu jauh dari lokasi kami shooting. Jalannya bagus dan ber-aspal mulus. Kebetulan kami pun membawa kendaraan sendiri, jadi sekaligus bisa menikmati suasana pemandangan pesisir Danau Toba. Lokasi komplek desa ini berada di belakang pasar. Jadi tidak sukar menemukannya. Selain itu kita bisa membeli oleh-oleh kerajinan masyarakat Samosir.

Desa ini tidak terlalu besar, mungkin hanya sebesar satu RW saja. Ada beberapa rumah adat Batak dengan sebuah tempat pertemuan para raja desa. Konon tempat pertemuan raja-raja ini digunakan untuk rapat antar raja, untuk membahas dan mengambil keutusan dari mulai masalah pertanian sampai masalah hukuman untuk para penjahat. Tempat pertemuan raja-raja ini menarik perhatian saya soalnya selain agak mencekam, bentuk desain kursi-kursinya membuat saya berdecak kagum. Bagaimana tidak, jika diperhatikan, desain kursi para raja ini sudah mirip dengan desain kursi moderen. Hanya saja kursi tersebut terbuat dari pahatan batu solid! Jadi tidak ada sambungan. Keren!

Selain kursi, saya juga jadi memperhatikan barang-barang lainnya yang terbuat dari batu, yaitu tangga untuk masuk rumah. Ini sangat mengagumkan sekali. Betapa suku Batak ini sudah berkesenian dan berkebudayaan dalam desain. Untuk sebuah tangga masuk rumah, mustinya tidak susah dengan menggunakan kayu saja bukan? Namun entah atas dasar apa, mereka lebih memilih menggunakan baru yang dipahat untuk dibuat undakannya. Brilian!

Oh iya satu lagi.. Jika berkesempatan mampir ke desa ini, perhatikan di kolong salah satu rumah adat, kamu akan menemukan sebuah boneka orang yang terbuat dari kayu. Boneka tersebut dalam keadaan terpasung. Saya cukup kaget melihatnya, lalu pemandu kami bilang bahwa boneka itu adalah replika seorang penjahat yang sedang dihukum. Lantas saya tanya, pelanggaran apa yang terberat dari hukuman para raja-raja di sana? Tahu jawabannya? yaitu selingkuh dan tidak menghormati wanita. Waduh! Tidak heran makanya hampir banyak teman-teman saya yang orang Batak, sangat hormat ke ibu, kakak, adik, dan saudari, bahkan teman-teman perempuannya.

(Foto-foto milik @motulz)

Advertisements

Leave a Reply