Menikmati Heningnya Rawa Pening

Rawa Pening, berlokasi tidak jauh dari Salatiga. Sebuah telaga besar sekali yang penuh dengan tanaman Eceng Gondok, yang jika dilihat siang hari nampak kotor airnya, tapi bagaimana jika dilihat di lain waktu?

Kepergian saya ke Salatiga memang banyak menemukan kejutan-kejutan seru dan menarik. Karena rencana kami sangat sederhana yaitu diajak Bang @HandryGE bertemu dengan teman-teman UKSW Salatiga , namun di luar rencana itu, justru kami menemukan hal-hal seru yang penuh dengan kejutan dan kenangan. Salah satunya adalah kunjungan ke Rawa Pening ini.

Berawal dari teman kami @Mulyajati, pemilik resort & spa Kayu Arum di Salatiga, bercerita tentang hobinya travel mencari pantai-pantai yang sepi. Lalu tersebutlah nama lokasi Rawa Pening, yang menurutnya menarik untuk melihat matahari terbit. Seketika itu juga saya, @ndorokakung dan @ted_kho menyepakati untuk siap berburu matahari terbit itu. Persiapannya – menurut @mulyajati adalah harus bangun jam 4 subuh! Blaar.. kami panik tapi ah sudahlah kami siap! 😀 Mbak @pasarsapi dan mas-Aris pun siap bergabung dengan kami esok pagi. Sementara mbak @mulyajati harus mengajak rekannya Mas Indra sebagai orang yang paham lokasi dan punya rekanan nelayan di sana.

Pagi di tengah danau jelas sebuah pengalaman yang indah dan sangat menyenangkan. Detik-detik menunggu matahari terbit adalah momen hening yang paling menakjubkan. Saat itu tidak terlalu berangin. Rawa, tidaklah berombak. Kami semua duduk nyaman di perahu yang diam tanpa rasa mual seperti saat terombang-ambing di laut, sama sekali tidak. Kami semua menatap pada satu sisi yang sama, yaitu sisi di mana sang surya akan menyapa. Keheningan saat itu hanya ditemani suara air yang bersentuhan dengan rumpunan tanaman Eceng Gondok. Pondokan nelayan, jala yang tergantung dan sekelebat capung-capung kecil. Sungguh indah sekali. Ternyata di pagi hari yang redup, kotornya air rawa tidak begitu terlihat. Kami beruntung 🙂

Usai menikmati hadirnya matahari, kita diajak menyusuri rawa yang luas, melewati segerombolan tanaman Eceng Gondok yang menurut mbak @Mulyajati, ada beberapa yang sengaja dijaga untuk diolah menjadi bahan serat untuk jok kursi. Sampai akhirnya Pak nelayan pemilik perahu membawa kita ke sebuah sungai aliran rawa dengan cara menembus rawa Eceng Gondok tadi. Entah lokasi pastinya di sebelah mana, rasa-rasanya hanya Pak Perahu dan anaknya yang hafal lokasi pintu masuk  rahasia itu.

Masuk ke dalam sungai di dalam rawa besar, adalah momen puncak perjalanan kami di Rawa Pening. Sungai ini panjang dan dipagari pohon-pohon besar di tepinya. Sesekali kita berpapasan dengan nelayan yang baru saja pergi menuju rawa untuk mencari ikan. Keheningan pun masih terasa di sini, sungguh romantis sekali. Kami semua rasa-rasanya sepakat bahwa lokasi ini sangat indah dan memukau. Saya pikir, untuk siapa pun yang akan mengunjungi Kota Salatiga, sempatkan bangun pagi dan berkunjung ke Rawa Pening ini. Satu hal yang saya sayangkan adalah banyaknya sampah yang ikut mengalir di sungai. Terbawa hingga masuk ke rawa. Semoga, pelan-pelan kesadaran warga sekitar Rawa Pening mau peduli untuk menjaga kebersihan rawa. Tidak ada yang lebih indah dari kebersihan lokasi wisata yang berada di lokasi sekitar kita. Semoga!

(Semua foto milik @motulz, dengan DSLR Canon 550D dan iPhone5)

Advertisements

6 thoughts on “Menikmati Heningnya Rawa Pening

  1. Bagus banget dan menurut sy, inside dr semua tulisan mas Motulz “kadang keindahan itu muncul karena cara pandang kita instead of object yg bersangkutan” #ApaanSihSeriusBanget

Leave a Reply