Mengungkap Pantai Sikakap Mentawai

Nama Mentawai sudah terkenal di telinga banyak pelancong, apalagi para peselancar air. Ombaknya yang mantap menjadi incaran banyak peselancar mancanegara. Tapi ada satu sisi Mentawai di mana ombaknya tenang sekali dan tidak bisa dipakai selancar air, di manakah itu?

Kepulauan Mentawai bisa diakses melalui Kota Padang. Dari empat pulau besarnya, paling jauh adalah dua pulau yang berdekatan yaitu Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan. Di antara kedua pulau itu dikenal dengan nama Selat Sikakap. Sikakap adalah nama kecamatan yang paling ramai diantara tempat-tempat lain di Mentawai. Konon katanya hal ini  disebabkan banyaknya pendatang dari Padang, Batak, dan Nias. Tidak heran jika kita berjalan-jalan di daerah Sikakap ini tidak terasa hawa Suku Mentawainya. Karena nyaris semua warga Mentawainya sudah tidak tinggal di dekat Pelabuhan Sikakap ini melainkan sudah menjauh ke daerah yang lebih sepi.

Karena mayoritas penduduk Sikakap ini adalah orang Padang, maka tidak heran suasana pasar di sini sangat hidup dan aktif. Agak di luar dugaan bahwa di sebuah pelosok pulau yang nyaris terdepan di sisi Barat Pulau Sumatera ini, banyak sekali dijual kebutuhan dan perabotan rumah yang cukup lengkap. Namun dibalik semua kelengkapan barang dagangan di Sikakap, ternyata tidak mampu menolong suplai bahan bakar bensin supaya bisa dijual secara reguler. Akhirnya warga sini lumayan harus apik-apik dalam menggunakan bensin bagi motornya maupun mesin motor boat-nya.

Selat Sikakap airnya sangat tenang. Nyaris tidak berombak dan nyaman untuk dilalui perahu-perahu kecil yang hilir mudik melintasi selat dari sisi Pagai Selatan dan Pagai Utara. Transportasi perahu ini sudah menjadi kebutuhan keseharian warga Sikakap. Karena tidak sedikit anak-anak sekolah yang tinggal di Pagai Utara tapi sekolah di Pagai Selatan. Begitu sebaliknya. Air laut yang tenang ini nyaman dijadikan hiburan memancing bagi warga Sikakap. Selain ikan yang bisa dikonsumsi, tidak sedikit ikan hias yang wara-wiri hanya di depan dermaga.

Fasilitas di Sikakap ini tidak begitu lengkap tapi tidak juga terlalu berkekurangan. Walau hanya memiliki satu tower telko yang masih berteknologi 2G, Sikakap punya puskesmas yang lumayan baik. Para dokter yang bekerja di sana digaji pemerintah daerah dengan bayaran yang layak. Begitu pula dengan kehadiran relawan kesehatan masyarakat dari Pencerah Nusantara, makin melengkapi sarana tenaga kesehatan dan bidan yang stand-by di puskesmas Sikakap.

Sikakap, adalah sisi lain dari Kepualauan Mentawai yang sudah kadung terkenal sebagai wilayah surfing taraf internasional. Sikakap bukanlah daerah wisata turis asing. Orang asing di Sikakap mayoritas adalah pastor. Kalau pun ada turis asing, biasanya mereka hanya transit di pelabuhan kapal ferry Sikakap, atau mampir sebentar ke pasar dekat pelabuhan untuk membeli bir kaleng yang banyak. Selain itu ada juga orang asing dari NGO yang sering kita temukan setelah bencana gempa dan tsunami di sana. Dengan mengenal Sikakap, akhirnya kita tahu bahwa di sisi lain pantai Mentawai dengan ombak besar, ada sisi lain di Mentawai yang memiliki ombak tenang, yang cocok bagi para pelancong yang hanya ingin menikmati semilir-semilir angin lautnya saja.

(Semua foto milik @motulz)

Advertisements

2 thoughts on “Mengungkap Pantai Sikakap Mentawai

Leave a Reply