Ketika Pagar Makan Tanaman Di Wamena

Mendapat tugas shooting ke Papua itu sangat mengasyikan, walaupun jauh dan lelah namun rasanya sangat terbayar puas. Wamena adalah salah satu kota di Papua yang sangat indah sekali. Pemandangannya? sudah tentu.. namun yang membuat saya kagum adalah jenis tanaman dan konsep “pagar tanaman”-nya. Apa itu?

Empat hari berada di Wamena cukup membuat saya memperhatikan salah satu keindahan yang jarang saya temukan di Pulau Jawa, yaitu desain pagar dengan tamanan di atasnya. Hampir semua bangunan atau pembatas lahan di Wamena menggunakan metode pagar tanaman ini. Jenis pagar dengan tanaman ini bermacam-macam, ada yang sangat sederhana dengan tumpukan jerami, juga ada yang sudah penuh dengan tanaman yang sangat indah.

Jerami memang digunakan sebagai awal pembuatan sebelum tanaman itu bisa ditumbuhkan. Jerami yang ditumpuk ini lama-kelamaan menjadi tempat persemaian biji-bijian dari tanaman liar. Ya namanya juga Wamena, tanaman liar pun bagus-bagus. Tidak heran jika pagar dan tanaman liar ini justru menjadi semacam keindahan dan kecantikan alami yang khas dari Wamena itu tersendiri.

Ternyata penggunaan tanaman di atas pagar ini bukan karena alasan estetika, melainkan ini adalah metoda warga Wamena untuk menghalau hewan yang sering meloncati pagar untuk masuk halaman. Dengan menggunakan tanaman ini maka hewan enggan meloncari pagar. Sangat unik dan menarik!

Hal unik lainnya adalah, bahwa semua pagar yang terbuat dari bahan kayu ini adalah pagar yang berada di desa yang jauh dari sungai besar. Sementara untuk desa-desa yang dilalui sungai besar penuh bebatuan, maka pagar dibuat dari tumpukan batu sungai yang kemudian bagian atasnya pun disusun jerami dan ditumbuhkan tanaman, mirip dengan pagar-pagar kayu tadi.

(Foto-foto milik @motulz)

Advertisements

Leave a Reply